Pedagang di Pasar Ngemplak, Tulungagung, Masih Belum Sadar Kebersihan

60DTK-Tulungagung: Menindaklanjuti rencana Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang ingin menjadikan Pasar Ngemplak, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung sebagai destinasi wisata pasar tradisional, petugas Pasar Ngemplak terus mengimbau seluruh pedagang untuk menjaga kebersihan dan keindahan pasar.

“Walapun kami sudah menyiapkan 60 petugas yang terbagi dalam 12 regu, dengan masing – masing regu beranggotakan 5 orang, namun tentunya tidak cukup maksimal untuk menangani kebersihan pasar, yang memiliki luas lahan mencapai sekitar 4 hektare ini,” ucap Plt. Kepala UPT Disperindag Kecamatan Tulungagung, Eko Rahayu, kepada awak media 60dtk, Selasa (21/01/2020).

Baca juga: Pasar Rakyat Tradisional: Gerakan Mengurangi Sampah Plastik Dan Mengembalikan Jajanan Tradisional

Eko menegaskan, faktor keindahan dan kebersihan sekitar pasar memang sangat menentukan mood pengunjung yang hendak membeli. Jika masalah itu tidak dijaga, maka pengunjung akan enggan datang ke pasar.

“Kemudian pasar akan menjadi sepi, dagangan tidak laku, otomatis pedagang bisa rugi, lalu gulung tikar,” lanjutnya.

Baca juga: Dinas Pangan Pastikan Pangan Di Pasar Modern Gorontalo Aman Dikonsumsi Masyarakat.

Lebih rinci Eko menuturkan, dari 1.500 kios yang ada di Pasar Ngemplak, petugas pasar membaginya menjadi beberapa bagian. Di lokasi yang paling depan ditempati pedagang buah, dilanjutkan oleh toko kelontong. Sementara bagian barat depan dikhususkan untuk pedagang makanan, yang hanya buka pada malam hari.

Eko mengaku, yang menjadi kendala di Pasar Ngemplak sejauh ini adalah kurangnya kesadaran dari pemilik tempat jasa pemotongan hewan, karena masih membuang limbah secara asal – asalan, sehingga menyebabkan merebaknya bau tak sedap. Padahal, normalisasi saluran pembuangan limbah sudah sering dilakukan.

Baca juga: Pasar Dungigi Terbakar, Kerugian Diduga Hingga Ratusan Juta

“Kami juga sudah berulangkali mengimbau kepada para pedagang, untuk saling menjaga kebersihan, namun seperti tidak diindahkan. Alasan mereka, pedagang sudah membayar retribusi dana kebersihan,” pungkas Eko.

 

Pewarta: Hari Suhartono

Comments are closed.