TPID dan Dispertapa Blitar Akan Bantu Masyarakat yang Tak Mampu Beli Sembako

60DTK-Blitar: Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Blitar bersama Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa), akan menggelar operasi pasar untuk memfasilitasi daya beli Sembilan Bahan Pokok (Sembako) bagi masyarakat yang kurang mampu.

Hal tersebut dilakukan melihat mulai naiknya harga cabai, yang menjadi salah satu bagian penting dalam Sembako.

Baca juga: Tahun Ini, PUPR Blitar Dapat Jatah Anggaran Rp283 Miliar

“Jangan sampai masyarakat tidak mampu daya beli-nya. Di mana, Sembako di dalamnya ada cabai,” ungkap Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar, Tuti Komariati, usai Rapat Koordinasi guna melakukan operasi pasar, di Ruang Candi Simping, Kantor Bupati Blitar, Kanigoro, Senin (20/01/2020).

Tuti menjelaskan, nantinya Dispertapa akan menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk melakukan pendataan tanaman cabai terlebih dahulu, agar bisa memprediksi akibat yang disebabkan penurunan hasil panen tahun ini.

Baca juga: Selama 2019, Investasi Kabupaten Blitar Meningkat Signifikan, Hampir 2x Lipat

“Cabai mahal diprediksi akibat musim yang tidak menentu, sehingga yang terjadi masa panen mengalami perubahan,” terang Tuti.

Meski begitu, Ia mengaku selain cabai, beberapa bahan pokok lainnya tidak mengalami penurunan, seperti telur dan ayam pedaging, juga beberapa komoditas lainnya.

Baca juga: Pemkab Blitar Imbau Masyarakat Tidak Bayar Uang Parkir Kepada Petugas

“Cuma, di Kabupaten Blitar mengalami penurunan. Namun masih relatif aman untuk komoditas lainnya,” tandas Tuti.

 

Pewarta: Achmad Zunaidi

Comments are closed.