Pemprov Sediakan Rumah Singgah untuk Warga Gorontalo yang Berobat di Manado

  • Whatsapp
Ketua TP-PKK Provinsi Gorontalo, Gamaria Monoarfa saat melihat langsung pasien di rumah singgah milik Pemprov Gorontalo yang ada di Manado. (Foto: Humas Pemprov Gorontalo)

60DTK, Gorontalo – Pemprov Gorontalo menyediakan rumah singgah untuk pasien dan keluarga masyarakat Gorontalo yang tengah berobat di Manado, Sulawesi Utara. Rumah singgah ini disediakan untuk meringankan beban warga Gorontalo kurang mampu yang tengah dirujuk ke rumah sakit di Sulawesi Utara.

Sebut saja Rita Guga (35). Warga Kota Barat, Kota Gorontalo ini sedang menemani anaknya Rayna Salsabilah (7) berobat di RSUD Kandow. Sudah lebih dari sebulan keduanya tinggal di Manado dan bolak-balik rumah sakit untuk menjalani rawat jalan.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Beban ibu rumah tangga itu sedikit berkurang karena tinggal di rumah singgah. Bukan hanya kebutuhan tinggalnya yang ditanggung, pasien juga mendapatkan pendampingan perawat yang dibiayai oleh Dinas Kesehatan Pemprov Gorontalo

“Saat ini anak saya masih harus kontrol, jadi belum bisa pulang ke Gorontalo. Kurang lebih sudah 45 hari saya tinggal di rumah singgah ini. Semua biaya ditanggung, kami sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur dan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo,” ucap Rita di sela-sela kunjungan Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, Sabtu (7/01/2023).

Adapn syarat mendapatkan fasilitas rumah singgah ini cukup mudah. Hanya perlu memiliki KTP Gorontalo dan berstatus kurang mampu. Hal kedua ini dibuktikan dengan jaminan kesehatan pasien kelas 3, serta rujukan peserta penerima bantuan iuran (PBI) yang didata oleh Dinas Kesehatan. Pasien pun diperbolehkan tinggal secara gratis selama yang dibutuhkan.

Rumah singgah di Manado, Sulawesi Utara ini terdiri dari empat kamar dengan daya tampung enam hingga tujuh orang. Kamar laki-laki dan perempuan terpisah. Perawat pun disiapkan khusus untuk berjaga dan mendampingi pasien selama berobat.

“Kami tidak membatasi waktu tinggal, selama masih berobat bisa tetap tinggal. Jumlah pasien juga tidak kami batasi selama kamar masih tersedia. Keluarga pasien hanya perlu menjaga kebersihan untuk kenyamanan bersama,” jelas Koordinator Rumah Singgah sekaligus Kasie Pembiayaan dan Jamkesta Dinas Kesehatan, Afriyani Katili.

Selain di Manado, Pemprov Gorontalo juga menyediakan rumah singgah di Makassar, Sulawesi Selatan. Lokasinya juga berdekatan dengan RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo.

“Jadi lokasi rumah singgah yang kita pilih di Manado dan Makassar memang dekat dengan rumah sakit rujukan. Harapannya pasien dan keluarga lebih dekat aksesnya, tidak butuh biaya lagi,” imbuhnya.

Meski begitu, rumah singgah di Manado ini masih berstatus kontrak. Pemprov Gorontalo harus merogoh APBD sebesar Rp100 juta setiap tahun untuk biaya kontrak, belum termasuk listrik dan air bersih. (adv/rls)

Pos terkait