60DTK – GORONTALO – Pemerintah Provinsi (pemprov) Gorontalo, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melaksanakan Lomba Kelompok Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS). Pelaksanaan lomba ini dinilai bisa memicu peningkatan pelayanan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi di desa.
Hal ini disampaikan Sekretaris daerah (sekda) Darda Daraba saat membuka lomba KP-SPAMS tingkat Provinsi Gorontalo di Maqna Hotel, Selasa (19/11/2019). menurutnya, jika lomba ini dilaksanakan setiap tahun, tidak ada lagi masyarakat yang kekurangan air bersih.
“Saya lihat dengan adanya lomba ini trend KP-SPAMS di Provinsi Gorontalo lebih meningkat dari tahun lalu. Tadi saya tanya 1 KP-SPAMS bisa melayani 600 jiwa .Kalau lomba ini juga dilakukan setiap daerah pasti tidak akan ada lagi masyarakat yang kekurangan air bersih,” ungkap Darda
BACA JUGA : Rangkaian HKN Pramuka Gorontalo Regenarasi Pengurus Mabisaka Dan Pinsaka
Darda melanjutkan, pelayanan air minum dan sanitasi merupakan urusan wajib pemerintah daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
“Sumber daya kehidupan masyarakat adalah air minum. Untuk itu, saya minta yang juara nanti sudah sesuai kriteria dan standar sesuai tujuan dari program Pamsimas (Penyediaan Sarana Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyrakat),” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU-PR Handoyo Sugiharto mengatakan, lomba KP-SPAMS tingkat Provinsi Gorontalo ini dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Tahapannya yaitu mulai dari pembentukan panitia lomba, penentuan KP-SPAMS terbaik, penentuan juara, yang terakhir penyerahan hadiah. Dari beberapa tahapan kegiatan tersebut sudah terlaksana, dan telah menghasilkan 6 besar.
BACA JUGA : Pekerjaan Jembatan Molindogupo Terancam Gagal
“Hari ini sudah masuk tahapan presentasi 6 besar KP-SPAMS terbaik sekaligus penentuan juara. Penyerahan hadiah nanti pada pelaksanaan peringatan Hari Bakti PU,” tandasnya.
Handoyo berharap lomba ini bisa memotivasi KP-SPAM yang belum 100 persen pelayanannya. Dari 432 KP-SPAMS yang terbentuk, masih ada 53 desa tidak berfungsi dan 34 desa berfungsi sebagian. (adv)
Sumber : Humas Gorontalo Prov