Polres Trenggalek Pantau Stok Masker Sebagai Upaya Penanggulangan Corona

60DTK–Trenggalek: Polres Trenggalek, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, serta Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Trenggalek, menggelar pemantauan stok dan harga masker di wilayah Kabupaten Trenggalek, Kamis (5/03/2020).

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut Rapat Koordinasi (Rakor) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, sebagai salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan merebaknya virus corona beberapa waktu terakhir.

Lihat juga: Virus Corona, Bupati Blitar Mengajak Masyarakat Untuk Pola Hidup Sehat

“Iya betul, jadi hari ini kami dari Kepolisian bersama Dinas kesehatan dan Dinas Koperasi dan Perdagangan melakukan pemantauan terhadap stok dan harga masker di Kabupaten Trenggalek,” ungkap Kapolres Trenggalek, Jean Calvijn Simanjuntak.

Dalam pemantauan stok masker tersebut, tim ini pun menyasar beberapa apotek dan toko obat di wilayah Trenggalek dan sekitarnya. Jean mengaku, selain melakukan hal tersebut, pihaknya juga akan melakukan pengawasan secara berkelanjutan, untuk memastikan kebutuhan masker masyarakat setempat dapat terpenuhi dan tidak terjadi penimbunan.

Baca juga: Harga Melonjak Karena Corona, Bupati Tulungagung Pimpin Sidak Ke Toko Dan Apotek

“Jika ditemukan penimbunan dan atau tindak pidana lainnya, akan kami tindak tegas,” tegas Jean.

Ia pun meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik, karena pihaknya bersama stakeholder terkait akan benar – benar melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan untuk masyarakat Trenggalek.

Baca juga: Virus Corona Dan Pencegahannya

“Kami bersama stakeholder terkait telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan untuk melindungi masyarakat Kabupaten Trenggalek agar terhindar dari virus corona,” tukasnya.

Diketahui dari hasil pantauan, tidak terdapat lonjakan pembelian masker sejak bulan Januari lalu. Meski kenaikan harga dari distributor dan tingginya permintaan konsumen membuat harga di pasaran turut naik secara bertahap, namun pihak apotek maupun toko alat medis tetap berusaha memesan masker untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Pewarta: Hardi Rangga