Presiden Jokowi Ingatkan Kepala Daerah soal Realisasi APBD

  • Whatsapp
Presiden Jokowi Ingatkan Kepala Daerah soal Realisasi APBD
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat mengikuti Rapat Virtual dengan Presiden Joko Widodo dari kediaman pribadinya di Kawasan Cibubur, Jakarta, Senin (25/10/2021). Foto: Dzakir.

60DTK, Gorontalo – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan seluruh kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) soal realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjelang akhir tahun 2021.

“Saya ingatkan agar realisasi APBD betul-betul didorong agar semua bisa terserap. Sehingga bisa memberikan peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” pesan Jokowi saat Rapat Virtual dengan Gubernur, Bupati dan Walikota, Senin (25/10/2021).

Bacaan Lainnya

Terlebih pada situasi pandemi sekarang ini, Jokowi meminta seluruh jajarannya untuk tetap waspada, sigap dan cepat dalam bertindak. Langkah ini guna menekan angka penularan Covid-19 agar tidak ada lagi penambahan kasus.

“Kewaspadaan, kesiapsiagaan dan kecepatan kita bertindak harus kita jaga agar penurunan Covid-19 di Indonesia bisa terus kita tekan. Sehingga kasus hariannya dan tidak ada gelombang ketiga di negara kita,” tegas Jokowi.

Presiden Jokowi Ingatkan Kepala Daerah soal Realisasi APBD
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat mengikuti Rapat Virtual dengan Presiden Joko Widodo dari kediaman pribadinya di Kawasan Cibubur, Jakarta, Senin (25/10/2021). Foto: Dzakir.

Sementara itu Gubernur Gorontalo Rusli Habibie usai rapat tersebut mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan-arahan presiden. Ia menilai, kasus Covid-19 di daerahnya sedang menurun drastis.

“Kita di Gorontalo punya modal bagus yakni keharmonisan dan kekompakan mulai dari Gubernur, Kapolda, Dandrem, Kejati, KPT sampai Bupati dan Walikota. Jadi saya optimis arahan bapak presiden bisa kita jalankan dengan baik,” jelas Rusli.

Terkait dengan realisasi anggaran, Rusli mengungkapkan pada awal Oktober ia sudah melakukan rapat koordinasi dan evaluasi. Berdasarkan rapat itu, realisasi fisik sebesar 77,57 persen dari target 71,03 persen. Sementara realisasi keuangan mencapai 63,77 dari target 68,46 persen.

“Artinya pekerjaan fisiknya sudah cukup tinggi, hanya memang realisasinya masih agak rendah. Banyak faktor kenapa bisa begitu, di antaranya APBD perubahan baru jalan awal Oktober. Berikutnya juga soal administrasi keuangan harus dicairkan secara teliti dan hati-hati,” tukas Rusli. (ksm)

Pos terkait