60DTK.COM – Pemerintah Kota Gorontalo terus memperkuat komitmen dalam memberikan pengawasan dan pendampingan secara komprehensif kepada orang dengan HIV/AIDS melalui layanan kesehatan yang tersedia di seluruh Puskesmas.
Langkah ini sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memastikan keberlangsungan pengobatan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup ODHA di Kota Gorontalo. Komitmen tersebut juga ditegaskan Puskesmas Kota Tengah.
Kepala Puskesmas Kota Tengah, dr. Herni Alwin Pakaya menjelaskan pendampingan yang dilakukan pihaknya bahkan tidak hanya sebatas pemberian obat, tetapi juga memastikan kepatuhan dan kesinambungan pengobatan pasien.
“Untuk Puskesmas Kota Tengah sendiri seperti juga dengan Puskesmas di seluruh Indonesia, setiap pasien HIV itu akan kami dampingi pengobatannya,” ujar dr. Herni.
Menurutnya, bentuk pendampingan dilakukan secara sistematis. Pihak Puskesmas secara rutin melakukan pengingat jadwal minum obat dan jadwal pengambilan obat melalui pesan WhatsApp.
“Kalau misalnya pasiennya ada miss, tidak sempat menjawab WA dan harus mengambil obat, kita lakukan kunjungan rumah supaya kesinambungan pengobatannya itu terjamin,” jelasnya.
dr. Herni menambahkan, mekanisme pengawasan berlapis ini dalam rangka untuk menjaga kepatuhan pasien, serta memastikan konsumsi obat berkesinambungan tanpa terputus.
Saat ini, hingga Oktober 2026, Puskesmas Kota Tengah mendampingi sebanyak 28 orang pasien ODHA yang rutin menjalani pengobatan.
Melalui pola pendampingan aktif ini, Pemkot Gorontalo memastikan seluruh ODHA mendapatkan akses layanan kesehatan yang humanis, terjaga kerahasiaannya, dan berkelanjutan, sehingga dapat menjalani hidup secara produktif.

Komentar