Rawan Banjir, Gorontalo Malah Tidak Punya Shelter Pengungsian

60DTK, Gorontalo – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo menginginkan untuk dibangunnya Shelter pengungsian. Karena selama ini, jika terjadi bencana, masyarakat hanya diungsikan ke Gedung, seperti Bele Li Mbui.

Provinsi Gorontalo sendiri merupakan salah satu daerah di tanah air yang rawan bencana, tetapi justru tidak memiliki Shelter Pengungsian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto mengungkapkan, jika dibangun Shelter Pengungsian, maka pelayanan kepada pengungsi ini bisa maksimal.

“Ke depannya kami membutuhkan pembangunan shelter untuk pengungsi. Di Gorontalo memang belum ada satupun, sehingga kalau ada pengungsi itu sasarannya hanya di Bele Li Mbui, gedung nasional dan lain sebagainya,” ungkap Sumarwoto usai bertatap muka dengan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dalam kegiatan reses berapa hari lalu.

Baca Juga: Miris! 648 Desa Di Gorontalo Masih Buang Air Besar Sembarangan

Ia juga menjelaskan, kondisi di gedung yang sering dijadikan tempat pengungsian itu masih belum memenuhi standar. Sehingga ia sangat berharap dengan adanya shelter pengungsi ini dapat memberikan rasa nyaman bagi mereka yang terdampak bencana.

“Sebenarnya secara konstruksi dan tata letak ruangan itu tidak cocok untuk dijadikan pengungsian. Jadi ke depan kami usulkan karena kami juga masih punya cukup lahan. Mudah-mudahan (pembangunan shelter) ini bisa terwujud,” tegasnya.

Baca Juga: Adhan Dambea Minta Renovasi Pasar Sentral Harus Segera Diselesaikan

Selain itu, Ia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus berupaya menanggulangi bencana non alam Covid-19. Yakni dengan cara terus meneriakkan Protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

“Mari kita semua sama-sama menanggulangi ini Covid, antara lain memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun,” imbuhnya.

 

Pewarta: Hendra Setiawan