RSUD Ngudi Waluyo Blitar Terima Bantuan Ventilator Dari Pemprov Jatim

60DTK, Blitar – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Wayulo Blitar menerima bantuan Ventilator dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebagai sarana penunjang rumah sakit rujukan Covid-19.

Bantuan ini diberikan, kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo, Edah Woro Utami sebagai upaya untuk meningkatkan angka kesembuhan pasien Covid-19 di wilayah Blitar Raya, sekaligus bentuk upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dalam optimalisasi penanganan Covid-19.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada ibu Gubernur atas bantuan ventilatornya, dan menyatakan RSUD Ngudi Waluyo sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. Mudah-mudahan dengan bantuan tersebut, kami dapat memberikan kontribusi yang luar biasa untuk penanganan penyembuhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Direktur RSUD Ngudi Waluyo Blitar, Edah Woro Utami kepada 60DTK di kantornya, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga: RSUD Ngudi Waluyo Luncurkan Kartu Pintar A BISMO

Ia menambahkan, nantinya para tenaga medis yang mengoperasikan ventilator tersebut akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu secara daring, yang dilakukan oleh Unites States Agency for International Development (USAID) dengan difasilitasi oleh Pemprov Jatim.

Namun begitu, sebenarnya Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kesehatan RSUD Ngudi Waluyo lanjut , Edah Woro, bagian Spesialis Anasteai dan Perawat, sudah punya kompetensi menjalankan ventilator. Untuk selanjutnya mengoperasikan akan dilakukan refreshing kembali oleh USAID.

“Seluruh RS penerima ventilator akan diberikan pelatihan dari tim USAID, untuk memastikan proses penggunaannya, keselamatan, dan lainnya. Dan pelatihan dilakukan secara virtual,” tandasnya.

Baca Juga: Khofifah Indar Parawansa Resmikan RSUD Srengat

Saat ini ketersediaan tempat tidur di RSUD Ngudi Waluyo sejumlah 38  unit, terisi 20 dan sisa ada 18 tempat tidur.

“Hingga saat ini jumlah pasien positif terjangkit virus Corona yang dirujuk di RSUD Ngudi Waluyo, kata dia, tercatat sebanyak 614 orang. Dari total tersebut, sebanyak 31 orang meninggal dunia, 559 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya dalam perawatan,” pungkasnya. (adv)

 

 

 

Pewarta: Achmad Zunaidi