Siaran TV Digital Akan Jangkau Hingga Kawasan Blank Spot

  • Whatsapp
(Ilustrasi: 60dtk)

60DTK, Gorontalo – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mencatat hingga saat ini masih sekitar 226 daerah yang bahkan belum terjangkau siaran televisi (TV) analog (blank spot). Padahal, siaran tv analog sudah mulai dihentikan secara bertahap sejak 30 April 2022 lalu.

Namun, hal ini ternyata menjadi kabar baik bagi masyarakat yang berada di daerah blank spot. Direktur Pengelolaan Media, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Nursodik Gunarjo mengatakan, daerah yang belum terjangkau siaran TV ini justru akan lebih mudah diisi oleh siaran TV digital karena memiliki jangkauan lebih luas dan teknologi lebih canggih dari siaran TV analog.

Bacaan Lainnya

“Salah satu dari semangat untuk membuat siaran TV digital ini adalah bagaimana ke depan dapat mengisi blank spot atau daerah yang selama ini tidak terisi siaran TV analog,” ujar Nursodik saat mengisi Webinar Siaran TV Digital dari Indonesia Timur yang berlangsung secara virtual baru-baru ini.

Menurut Nursodik, penyebab utama adanya blank spot karena teknologi siaran TV analog yang tidak bisa menjangkau kawasan dengan kondisi geografis beragam seperti kawasan Indonesia Bagian Timur, sehingga jangkauan siarannya terbatas.

Oleh karena itu, Ia membeberkan bahwa pemerintah, melalui Lembaga penyiaran pemerintah (LPP) TVRI dipastikan akan segera membangun infrastruktur jaringan siaran TV digital di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk kawasan blank spot, setelah program ASO dilaksanakan.

“Sudah diagendakan dalam dua tahun ke depan TVRI akan membangun jaringan supaya 226 kawasan blank spot itu bisa segera bisa terlayani siaran TV digital,” tutupnya.

Pos terkait