Terbaik Pengelolaan APBD, Gorontalo Sabet 2 Penghargaan dari Mendagri

  • Whatsapp
Terbaik Pengelolaan APBD, Gorontalo Sabet 2 Penghargaan dari Mendagri
Pj Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer (dua dari kiri) usai menerima Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri, Kamis (2/6/2022). Foto: BPG.

60DTK.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo masuk dalam Kategori Terbaik dalam Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Capaian inilah yang membuat Pemerintah Provinsi Gorontalo menyabet dua penghargaan sekaligus dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Adapun dua penghargaan tersebut yakni, Terbaik Satu Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi dan Terbaik Tiga Realisasi Peningkatan PAD Tertinggi.

Penghargaan tersebut di umumkan pada Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2022. Acara ini berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2022).

Pada kesempatan itu, ada empat kategori yang di umumkan, yaitu Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi, Realisasi Belanja Daerah Tertinggi, Realisasi Peningkatan PAD tertinggi serta Kategori Realisasi Program Taspen (Taspen Award).

Masing-masing kategori ini di berikan kepada lima pemerintah provinsi, lima pemerintah kabupaten dan lima pemerintah kota.

Untuk Provinsi Gorontalo, penghargaan diterima langsung oleh Penjabat Gubernur, Hamka Hendra Noer.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengatakan, setiap daerah yang memiliki tingkat kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) terjamin akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi mumpuni.

Belum lagi, kepada daerah yang selalu memikirkan kesejahteraan ASN-nya mulai dari taraf hunian terjamin akan menekan angka penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan. Seperti, penekanan pada kasus korupsi dapat terminimalisir.

“Daerah yang terjamin kesejahteraan ASN-nya kecil kemungkinan terjadi kasus korupsi. Kenapa? Karena kebutuhan sudah terpenuhi. Kalau ingin membuat ASN ini tidak korupsi, maka penuhi kesejahteraannya. Ketika kesejahteraan tidak terjamin, maka sulit menjamin korupsi terjadi,” jelas Tito.

Tito menambahkan, uang merupakan darahnya sebuah organisasi. Sehingga ia memastikan organisasi tidak berjalan jika tidak ada uang.

Meskipun demikian, uang dalam setiap organisasi harus berjalan dengan baik. Mulai dari tahap perencanaan, penyaluran dan pertanggung jawaban. Sehingga organisasi bisa berjalan secara berkesinambungan dan baik pula.

Ia berpesan kepada daerah yang meraih penghargaan, tidak berhenti untuk terus bergerak dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerahnya masing-masing. (ksm/rls)

Pos terkait