Terjadi Inflasi di Kota Gorontalo, TPID Diminta Optimalkan Kinerja

  • Whatsapp
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memaparkan perkembangan inflasi di daerahnya, Selasa (11/01/2021). (Foto: Hendra 60dtk)

60DTK, Kota Gorontalo – Pada bulan Desember 2021, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Gorontalo adalah 107,12. Data ini menunjukan adanya peningkatan dibandingkan bulan November yang hanya sebanyak 106,14. Hal ini pun menyebabkan terjadinya inflasi di Kota Gorontalo.

“Perubahan ini menyebabkan inflasi atau kenaikan indeks sebesar 0, 92 persen,” papar Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memimpin rapat koordinasi TPID kota Gorontalo terkait perkembangan inflasi triwulan IV tahun 2021 yang berlangsung di Aula Banthayo lo Yiladia, Selasa (11/01/2022).

Bacaan Lainnya

Melihat inflasi ini, Marten pun meminta tim TPID untuk dapat lebih berperan aktif dan turut serta dalam mewujudkan sasaran inflasi, sebagaimana telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat memaparkan perkembangan inflasi di daerahnya, Selasa (11/01/2021). (Foto: Hendra 60dtk)

“Karena inflasi yang rendah dan stabil mencerminkan stabilitas kondisi ekonomi makro. Faktor ini sangat penting bagi terselenggaranya proses pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Terkait hal ini, Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Provinsi Gorontalo, Akmaluddin Suangkupon mengatakan, inflasi akan bisa dikendalikan jika pemerintah mampu mengendalikan sepuluh komoditas.

Sepuluh komoditas tersebut di antaranya, beras, minyak goreng, ikan layang atau ikan benggol, susu bubuk untuk balita, cabai rawit, bawang merah, ikan mujair, ikan cakalang atau ikan sisik, tomat, dan daging ayam.

“Jika kita mampu mengendalikan harga sepuluh komiditi ini, insyaallah inflasi di Kota Gorontalo pasti bisa terkendali,” terang Akmaludin. (adv)

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Pos terkait