Wagub Tinjau Penggilingan Batu Andesit Gorontalo

  • Whatsapp
Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (tengah), meninjau penggilingan batu andesit di Desa Mutiara Laut, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa (19/3/2019). (Foto : Haris – Humas)

60DTK – KABUPATEN GORUT : Kandungan batu andesit di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, menarik minat investor PT. Berkah Daya Mandiri untuk mengembangkannya. Perusahaan penggilingan batu andesit tersebut sudah memulai tahap awal proses eksplorasi dengan membuka akses jalan sejak akhir tahun 2018.

Wakil Gubernur Idris Rahim saat meninjau lokasi tambang tersebut mengungkapkan, Pemprov Gorontalo berupaya untuk menarik investasi ke daerah dengan memberikan pelayanan serta kemudahan dalam pengurusan izin sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Di Usia Ke-291, Kota Gorontalo Masih Banyak Pekerjaan Rumah

“Pemerintah berkewajiban untuk melayani dan memberikan kemudahan masuknya investasi di daerah. Harapannya, dengan hadirnya investor akan menggerakkan roda perekonomian kita yang selama ini hanya mengandalkan anggaran pemerintah,” ungkap Wagub Idris Rahim.

Untuk tahap awal, tambang batu yang telah memperoleh Izin Usaha Pertambangan akan melakukan eksplorasi di lahan seluas 30 hektar. Dari luasan tersebut, 20 hektar di antaranya adalah lahan yang memiliki kandungan batu andesit yang akan dieksplorasi, sedangkan sisanya diperuntukkan penggilingan batu, mes karyawan, dan perkantoran. Total investasi saat ini sudah mencapai Rp17 miliar.

BACA JUGA : Manfaatkan Sungai Bone, Pemprov Akan Bangun SPAM Regional

“Hasil batu yang kita giling untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia Timur. Hasil uji laboratorium, batu andesit Gorontalo lebih keras dibanding batu Donggala Sulawesi Tengah,” jelas Didi, Kepala Teknis Tambang.

Didi menambahkan, dari total 20 tenaga kerja yang saat ini dipekerjakan oleh perusahaan penggilingan batu tersebut, sebagian besar adalah pekerja lokal yang berasal dari beberapa desa di sekitar lokasi tambang batu.

“Pekerja dari luar Gorontalo hanya enam orang untuk pekerjaan yang sifatnya teknis. Nanti setelah proses eksplorasinya berjalan penuh, kita akan menambah jumlah pekerjanya dan diprioritaskan warga lokal,” tuturnya. (rls)

Sumber : Humas Gorontalo Prov

Pos terkait

Tinggalkan Balasan