61.091 KPM PKH Terdampak Covid-19 di Gorontalo Terima Bantuan Sosial Beras

60DTK, Gorontalo – Sebanyak 61.091 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) Tahun 2020 menerima bantuan sosial (bansos) berupa beras dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Bansos kali ini berfokus kepada warga terdampak Covid-19 yang tersebar di kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo. Bansos ini diberikan selama tiga bulan yakni dari Agustus hingga Oktober 2020. Setiap KPM menerima bantuan sebanyak 15 kilogram setiap bulannya dengan total beras tahun 2020 sebanyak 2.749.095 kilogram.

“Bansos beras ini merupakan salah satu Program Jaring Pengaman Sosial dalam rangka penanganan dampak pandemi Covid-19,” ujar Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim saat memberi sambutan.

Idris menjelaskan, pemerintah provinsi di tahun ini mengintervensi masyarakat kurang mampu dengan berbagai program sosial. Selain bantuan di berbagai sektor seperti pertanian, perikanan, kesehatan dan pendidikan, ada pula bantuan peningkatan ekonomi kerakyatan, kebutuhan pokok bersubsidi NKRI Peduli hingga penyediaan berbagai infrastruktur dasar.

“Diharapkan dengan berbagai bantuan ini, dapat meringankan beban rumah tangga miskin, khususnya penerima PKH yang terdampak Covid-19,” tukas Idris.

Untuk memastikan agar bantuan sosial beras yang akan disalurkan kepada masyarakata berkualitas dan jumlahnya tepat, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial sudah mengecek secara langsung ke Gudang Bulog Sub Devisi Regional Gorontalo.

“Bansos beras ini dengan kualitas medium. Kami bahkan bersama Dinas Sosial Kabupaten/Kota telah mengambil contoh beras untuk di uji tanak,” jelas Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge.

Adapun rincian penerima bantuan sosial beras yakni Kabupaten Gorontalo sejumlah 1.084.545 kilogram untuk 24.101 KPM. Kabupaten Bone Bolango dengan jumlah 415.620 kilogram untuk 9.236 KPM.

Sementara itu, Kabupaten Boalemo dengan jumlah 414.630 kilogram untuk 9.214 KPM, Gorontalo Utara sebanyak 311,400 kilogram untuk 6.920 KPM, Pohuwato 271,530 kilogram untuk 6.034 KPM, serta Kota Gorontalo 251,370 kilogram untuk 5,586 KPM. (adv/rds)