Bea Cukai Gorontalo Tegaskan Aktivitas Ekspor Impor Tak Perlu Bergantung Pada Cina

  • Whatsapp
Dialog pembahasan dampak virus corona terhadap perekonomian di Provinsi Gorontalo, yang digelar oleh Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Cabang Kota Gorontalo, di Aula Kantor Walikota Gorontalo, Selasa (25/02/2020).

60DTK-Gorontalo: Perwakilan Bea Cukai Gorontalo, Fajar Marttuelan menegaskan, adanya penyebaran virus corona yang sangat meresahkan beberapa waktu terakhir, tidak perlu memengaruhi aktivitas ekspor impor di Provinsi Gorontalo. Menurutnya, untuk impor sendiri bisa dicarikan alternatif lainnya, selain mengimpor dari Cina atau Tiongkok.

Hal itu Ia sampaikan saat memberikan materi dalam dialog pembahasan dampak virus corona terhadap perekonomian di Provinsi Gorontalo, yang digelar oleh Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Cabang Kota Gorontalo, di Aula Kantor Walikota Gorontalo, Selasa (25/02/2020).

Bacaan Lainnya

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Pemkab Bonbol Perketat Pemeriksaan Untuk Wisatawan Asing

Ia menuturkan, karena Provinsi Gorontalo memiliki banyak komoditas berharga, maka aktivitas ekspor dan impor tidak perlu bergantung hanya pada satu daerah saja, melainkan bisa juga melalui daerah lainnya. Adapun komoditas paling besar di Provinsi Gorontalo adalah produk pertanian berupa jagung.

“Namun di 2019 tidak diekspor sama sekali karena harga dalam negeri tinggi. Impor didominasi oleh peralatan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap, karena sebagian besar barang dari perusahaan – perusahaan di Cina. Tercatat pada tahun 2019 ada impor dari Cina sebanyak 16 kali, Korea 7 kali, dan Malaysia 1 kali,” jelas Fajar.

Baca juga: Dinkes Asahan Intens Pantau Perkembangan Virus Corona Di Puskesmas Dan RS

Oleh karena itu, karena diperkirakan dampak virus corona ini akan panjang, maka Ia menegaskan ke depannya Provinsi Gorontalo perlu mencari alternatif negara lain, agar aktivitas ekspor impor bisa terus jalan.

“Oleh karena itu, impor bisa dicarikan alternatif ke negara – negara selain Cina, karena dampak wabah virus corona diprediksi akan panjang,” tukasnya.

Baca juga: Pemprov Gorontalo Siapkan Dua Rumah Sakit Untuk Antisipasi Virus Corona

Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Gorontalo, Wahiyudin Mamonto menjelaskan, dialog tersebut sengaja digelar oleh pihaknya guna memetakan persoalan virus corona, khususnya di Provinsi Gorontalo.

“Ini digelar untuk memetakan masalah virus corona di Gorontalo khususnya,” ujar Wahiyudin.

Pos terkait