BPBD: Kabupaten Gorontalo Daerah Paling Parah Terdampak Kekeringan

60DTK – Gorontalo: Setelah penetapan Gorontalo darurat kekeringan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo yang dipimpin langsung oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, pada hari Senin (16/9) kemarin, kini Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, menyatakan Kabupaten – Kota yang paling terdampak parah atas kekeringan yang melanda Gorontalo ialah Kabupaten Gorontalo.

Kepala Pelaksana BPBD Gorontalo, Sumarwoto, mengatakan, kekeringan yang diakibatkan kemarau berkepanjangan ini dirasakan oleh seluruh masyarakat Gorontalo yang tersebar di Kabupataen-Kota. Dan harus menjadi perhatian kita bersama.

Baca Juga: 16 Kecamatan Kesulitan Air, Gubernur Tetapkan Gorontalo Darurat Kekeringan

Baca Juga: Pasar Murah Bantu Masyarakat Hadapi Darurat Kekeringan

“Jadi kekeringan yang sudah melanda itu tersebar di seluruh kecamatan Kabupaten-kota. Kabupaten Gorontalo 7 Kecamatan,Kabupaten  Gorontalo Utara  4 Kecamatan, Kabupaten Bonebol  5 Kecamatan;  Kabupaten Pohuwato 2 Kecamatan, dan Kabupaten Boalemo 2 Kecamatan, dari setiap daerah yang terdampak berbeda-beda, namun daerah terdampak dan yang paling parah itu di kabupaten Gorontalo,” ujar Sumarwoto kepada wartawan, Selasa (17/9/2019).

Sumarwoto juga mengungkapkan, bahwa Gubernur Gorontalo juga telah memberikan perintah kepada seluruh sumber daya yang ada di pemerintahan Provinsi, Kabupaten, dan Kota agar segera mungkin menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

“Bapak Gubernur memerintahkan seluruh jajaran Pemprov, Kabupaten dan kota segera mungkin untuk memberikan air bersih kepada warga terdampak. Misal penyaluran air bersih, kita bisa bekerjasama dengan PDAM sebagai penyedia layanan dan Pemprov membantu menyediakan armada dan tong-tong penampungan air,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo saat ditemui Wartawan di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo.

Selain itu, Sumarwoto juga mengungkapkan, saat ini pihak BPBD juga kekurangan armada dalam menyuplai air bersih dan memberikan bantuan lainnya yang ditujukan untuk warga yang membutuhkan.

“Memang benar kami kekurangan armada dalam menyalurkan air bersih, untuk Pemprov sendiri dalam hali ini di BPBD hanya punya 2 armada, Dinsos punya 6 armada, PMI ada juga. Tapi, kekurangan itu akan saling ditutupi oleh pemerintah Kabupaten –Kota yang memiliki armada juga, nantinya kita akan saling support terhadap daerah mana yang paling membutuhkan bantuan. Misalnya di Bone Bolango dari bulan Agustus sudah kami stand by-kan satu armada di sana,” imbuh Sumarwoto.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.