Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Gorontalo Gelar Salat Istisqa Bersama Masyarakat

60DTK – KABGOR : Bertempat di Halaman Rumah Dinas (Rudis) Bupati Gorontalo, sejumlah masyarakat beserta Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo (Kabgor) melaksanakan salat istisqa (salat yang dilaksanakan untuk meminta hujan) yang diimami oleh Karim Busalo, dan diawali dengan doa dan zikir, Rabu (18/09), pukul 06.00 WITA.

Pelaksanaan salat istisqa tersebut memang tidak lepas dari alasan kemarau panjang yang sudah terjadi di Provinsi Gorontalo setidaknya sejak tiga bulan terakhir. Bahkan kata Nelson, pemerintah daerah telah menetapkan status Kabgor saat ini sudah masuk darurat bencana kekeringan.

Baca : Laila, Berjuang Di Tengah Kemarau

Nelson pun mengungkapkan, persoalan kemarau panjang ini bukan saja hanya akan berdampak pada gagal panen, namun juga pada sulitnya masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, kemarau ini juga mampu memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik, seperti yang sudah terjadi di Kelurahan Bulota, Kecamatan Limboto, Kabgor.

Berdasarkan data yang Ia terima pun, Nelson mengatakan sekurang – kurangnya ada 1000 hektare sawah di Kabgor yang mengalami gagal panen. Tidak hanya itu, 10 persen tanaman jagung juga mengalami kerusakan. Meski begitu, Nelson mengaku selama ini pemerintah telah melakukan usaha – usaha untuk mengurangi dampak kemarau ini dengan memberikan bantuan beras dan air bersih ke masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah paling parah terdampak kemarau.

Baca : Di Kabgor, 53 Kali Kebakaran Terjadi Selama Musim Kemarau

“Tapi usaha yang utama adalah berdoa kepada Allah. Karena itu, hari ini kita laksanakan salat istisqa,” ujar Nelson saat diwawancarai usai pelaksanaan salat Istisqa.

Nelson pun meminta agar seluruh masyarakat di Kabgor khususnya, dan Provinsi Gorontalo pada umumnya untuk dapat sama – sama berdoa terkait permasalah kemarau ini.

Baca : Gagal Panen, Kebakaran, Dan Kurangnya Air Bersih Dampak Kemarau Yang Dirasakan Masyarakat

“Masalah kemarau ini adalah masalah bersama. Bukan hanya masalah pemerintah atau masyarakat saja,” tukasnya. (Andi/adv)

 

 

 

.

Comments are closed.