Bulan Ramadhan, Penyelundupan Miras Kian Marak, Rusli: Tidak Takut Dosa?

  • Whatsapp
Rusli Habibie
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, saat menggelar Konferensi Pers terkait persoalan perbatasan yang akhir-akhir ini mengalami masalah, di Rumah Dinas Gubernur, Selasa (29/05/2020). Foto: Hendra 60DTK

60DTK, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, ungkapkan kekecewaannya terhadap oknum tidak bertanggung jawab yang berusaha memasukan ribuan liter barang haram, berupa Minuman Keras (Miras) jenis Cap Tikus, ke Gorontalo.

Seperti diketahui, Minuman Cap Tikus ini berusaha dimasukan melaui jalur darat ke Gorontalo dengan modus, barang disembunyikan di mobil pengangkut sayur-sayuran. Rusli menyampaikan tindakan ini adalah tindakan yang tidak baik. Tindakan yang tidak mencerminkan sikap warga Gorontalo yang dijulukki Daerah Serambi Madinah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: 3.500 Liter Cap Tikus Berhasil Diamankan Petugas Perbatasan Atinggola-Bolmut

Hal ini disampaikan Rusli Habibie saat melakukan Konferensi pers terkait Persoalan perbatasan yang akhir-akhir ini mengalami masalah, di Rumah Dinas Gubernur, Selasa (29/05/2020)

“Apa tidak takut dosa? Ini yang mengundang bencana banjir, angin puting beliung, tanah longsor dan sebagainya” tegas Rusli Habibie

“Saya sangat malu dan sedih melihat barang-barang yang diharamkan (Cap Tikus) ditangkap dicegah diperbatasan dengan berbagai modus, ini bulan puasa bulan suci ramadhan, rakyat Gorontalo yang penduduknya 97 persen Islam, tapi sangat disesali, sangat malu saya sebagai gubernur” tambahnya

Baca Juga: Rusli Minta Penjaga Perbatasan Gorontalo-Bolsel Tegas Larang Orang Masuk

Menurutnya, Ribuan Liter Cap Tikus tersebut tidak akan dimasukkan ke Gorontalo apabila tidak ada oknum yang sengaja memesan barang tersebut.

“Tentunya masuk miras pasti ada yang pesan, tidak mungkin ada yang bawa ke Gorontalo kalau tidak ada yang pesan, ribuan bukan ratusan, ribuan liter dengan berbagai macam miras cap tikus  ke daerah provinsi Gorontalo” tegasnya

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Pos terkait