Bupati Trenggalek Siapkan 5.000 Kartu Penyangga Ekonomi Untuk Masyarakat yang Terdampak Covid-19

60DTK-Trenggalek: Physical distancing yang terus diimbau sejak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merebak di Indonesia, cukup berdampak pada perekonomian masyarakat luas, terutama bagi mereka yang bekerja dan hanya mendapatkan penghasilan harian.

Menanggapi hal ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin pun mempersiapkan kartu penyangga ekonomi, bagi masyarakatnya yang terdampak permasalahan ekonomi akibat Covid-19 ini.

Baca juga: Bupati Trenggalek Gunakan Ojek Online Lokal Untuk Distribusikan Masker Ke Masyarakat

“Mengantisipasi dampak sosial ekonomi ini, pemerintah tengah menyiapkan kurang lebih sekitar 3.000 hingga 5.000 kartu penyangga, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat,” tutur Nur Arifin.

Adapun kartu penyangga yang akan diberikan ini adalah berbentuk e-money yang ada sejumlah saldo di dalamnya dan bisa diuangkan, yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran di tempat – tempat yang sudah ditentukan.

Baca juga: Bupati Trenggalek Tinjau Pemeriksaan Kesehatan Di Check Point Trenggalek – Ponorogo

Meski begitu, Ia menegaskan pula bahwa barang yang boleh dibeli juga dibatasi hanya pada kebutuhan – kebutuhan pokok dan perlengkapan pencegahan Covid-19 seperti hand sanitizer, masker, atau jamu dan obat – obatan yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

“Pembatasan ini dilakukan karena memang esensi utama dari kartu penyangga diperuntukkan untuk mengurangi beban hidup masyarakat. Kita konsepnya ada sekitar 3.000 hingga 5.000 warga yang akan kita intervensi,” lanjutnya.

Baca juga: Bupati Trenggalek Bagi Masker Gratis Untuk Pedagang Di Pasar Subuh

Sebagai informasi, berdasarkan data yang sudah dihimpun oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Trenggalek, per Jumat, 27 Maret 2020, angka ODR di Kabupaten Trenggalek tercatat ada sebanyak 3.101 orang, ODP 217, dan PDP 2 orang.

 

Pewarta: Hardi Rangga

Comments are closed.