Cerita Pedagang Kaki Lima yang Terdampak Covid-19

60DTK – Madiun : Sejak pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan tentang pencegahan penyebaran virus corona (covid-19), secara ekonomi berdampak pada pedagang kecil yang kehilangan sumber pencahariannya.

Dian misalnya, salah satu pedagang kaki lima di Kabupaten Madiun yang dikonfirmasi awak 60dtk.com mengaku bahwa 80 persen untuk menopang kebutuhan hidup kesehariannya, berjualan di alun-alun Kota Caruban.

Tidak ada pekerjaan lain selain pekerjaan itu, suami yang bekerja sebagai tukang parkir tak lagi bekerja akibat pengunjung di alun-alun itu sepi seiring dengan imbauan pemerintah.

“Kayak gini rakyak kecil, pemasukan ekonomi 80 persen dari jualan sama parkiran. Kalau alun-alun ditutup sampai tangga 19, bagaimana dengan anak-anakku makan. Mesti susu, mesti pampers tapi gak ada pemasukan”, kata Dian, Minggu (05/04/2020).

Dian bercerita, semenjak ada pandemi corona dan sejumlah kebijakan pemerintah, Ia sangat kesulitan untuk menutupi kebutuhan hidup bersama keluarga. Dian mengaku belum mendapat konpenasi atau bantuan dari pemerintah.

Meskipun demikian, Ia tidak pernah menyalahkan pemerintah yang mengeluarkan kebijakan pencegahan corona. Dian hanya berharap, ke depan ada toleransi dan kebijakan untuk para pedagang serta masyarakat kecil pada umumnya.

Pewarta : Puguh Setiawan