Gubernur Gorontalo Lantik 153 P3K Formasi Guru

  • Whatsapp
Gubernur Gorontalo Lantik 153 P3K Formasi Guru
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyaksikan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerja oleh perwakilan P3K Formasi Guru yang dilantik, Senin (18/4/2022). Foto: Salman.

60DTK.COM – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie melantik 152 Pegawai dengan Perjanjian Kerja (P3K) Formasi Guru Tahap I Tahun 2021, Senin (18/4/2022).

Dalam sambutannya, Rusli mengaku bangga karena di akhir masa jabatannya Guru Tidak Tetap (GTT) sudah ada yang berhasil menjadi P3K.

Bacaan Lainnya

Artinya Pegawai dengan Perjanjian Kerja (P3K) setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Rusli berharap guru-guru ini tetap profesional dalam menjalankan tugas.

“Saya sangat bangga dengan bapak/ibu sekalian, karena kalian ini orang-orang yang sabar. Alhamdulillah sekarang sudah terangkat menjadi P3K,” ujar Rusli Habibie.

“Jangan kalian waktu masih honorer itu rajin, sekarang sudah berhasil lulus P3K sudah mulai malas. Tetapi saya yakin dan percaya, kalian orang-orang profesional,” sambung Rusli Habibie.

Pada kesempatan itu, Rusli berpesan kepada guru-guru untuk tidak memilih tempat untuk bertugas. Ia meminta tetap melakukan tugas secara profesional di tempat mana saja.

“Saya mohon juga agar penempatan kalian jangan dipilih, jangan keran Pohuwato, Gorontalo Utara, Tolinggula jauh, semua minta bertugas di Kota Gorontalo,” pinta Rusli.

“Lama-lama di desa dan kampung tidak ada guru lagi. Dulu saja waktu masih Guru Tidak Tetap mau di tempatkan di mana saja, masa setelah jadi P3K pilih-pilih tempat,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo Zukri Surotinoyo mengatakan, pihaknya tahun 2021 mengusulkan formasi guru untuk dialihkan ke P3K lebih dari 1.000 orang.

Namun karena perhitungan dan sesuatu yang di pertimbangkan oleh Kementrian PAN-RB formasi yang di sulkan belum semua di alihkan jadi P3K.

“Dari Kementrian PAN-RB sebanyak 947 formasi yang di buka. Nah 947 formasi ini yang ikut seleksi kemarin kurang lebih ada 1.000 peserta. Tapi sangat di sayangkan bahwa yang lulus ini tidak sampai jumlah formasi yang kita dapatkan tadi, yang lulus tahap pertama hanya 152 orang,” jelas Zukri. (ksm/rls)

Pos terkait