Hari Patriotik ke-79 jadi Momentum Melawan Masalah Bangsa

  • Whatsapp
Hari Patriotik ke-79 jadi Momentum Melawan Masalah Bangsa
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memimpin Upacara Peringatan Hari Patriotik ke – 79 yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Sabtu (23/1/2021). Foto: Salman.

60DTK, Gorontalo – Gubernur Gorontalo meminta seluruh lapisan masyarakat khususnya di Bumi Serambi Madinah agar Peringatan Hari Patriotik 23 Januari 1942 ke-79 menjadi momentum melawan berbagai masalah bangsa saat ini.

Meskipun digelar di tengah pandemi Covid-19, upacara yang dipimpin Rusli Habibie itu berlangsung khidmat. Bertindak sebagai Perwira Upacara Mayor Inf. Lasiman, Pasi Bin Pers KOREM 133/Nani Wartabone. Komandan Upacara Letkol INF. Lawdewick  Brucelle Karthnie, Danyon 713/Satyagama.

Bacaan Lainnya

Peringatan Hari Patriotik ke-79 diwarnai dengan pengibaran Bendera Merah Putih, Pembacaan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, Pembacaan Lintas Peristiwa 23 Januari 1942 dan diakhiri Pembacaan Doa.

Hari Patriotik ke-79 jadi Momentum Melawan Masalah Bangsa
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memimpin Upacara Peringatan Hari Patriotik ke – 79 yang berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Sabtu (23/1/2021). Foto: Salman.

Dalam arahannya Rusli mengatakan, dulu para pejuang melawan menggunakan senjata untuk mengusir para penjajah. Akan tetapi saat ini para penerus bangsa melawan berbagai masalah bangsa seperti kemiskinan, bencana alam, narkoba dan Covid-19.

“Yakinlah, apabila setiap anak bangsa Indonesia tertanam semangat dan nilai-nilai kepahlawanan seperti yang ditunjukkan oleh Nani Wartabone dan para pejuang Gorontalo. Maka kita akan dapat menyelesaikan berbagai masalah yang kita hadapi,” ujar Rusli.

Pada kesempatan itu juga, Rusli tidak lupa mengajak kepada semua pihak agar berpartisipasi aktif membangun daerah, menjaga stabilitas daerah dan menyukseskan program pemerintah daerah untuk kepentingan bersama.

Usai melaksanakan upacara, Gubernur melepas Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk bertugas kemanusiaan di Sulawesi Barat. Selain mengirim personil relawan, pihaknya juga mengirim lima unit kendaraan taktis seperti dapur umum, tangki air minum, dan mobil truck. (adv)

Pos terkait