Ini Tanda Data Kita Bocor ke Publik

  • Whatsapp
Ilustrasi perlindungan data pribadi. (Foto: ekbis.sindonews.com)

60DTK, Gorontalo – Dugaan kasus kebocoran data 105 juta Warga Negara Indonesia dan 1,3 miliar SIM card yang terkuak belum lama ini menarik perhatian begitu banyak pihak. Hal ini dinilai sangat berbahaya.

Dilansir dari beberapa sumber, kebocoran seperti email, nomor telepon, kata sandi, identitas KTP, dan lain-lain bisa saja dimanfaatkan untuk tindak kejahatan berupa telemarketing dan telemedicine palsu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Selain berbahaya bagi individu tertentu, kebocoran data pribadi juga bisa berdampak pada orang lain, bahkan bangsa dan negara Indonesia. Sebabnya tidak lain karena “data” sudah berubah menjadi komoditas yang begitu penting di era masa kini.

Contoh bahaya kebocoran data cukup banyak. Dalam kasus sertifikat vaksin misalnya, beberapa kejadian menunjukkan data masyarakat tertentu digunakan oleh orang lain untuk melakukan vaksin hingga mengunduh sertifikat vaksin. Akibatnya, pemilik data sesungguhnya tidak bisa menggunakan data pribadinya tersebut.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi tanda data kita bocor ke publik. Jika suatu waktu kita menerima pesan di e-mail terkait keamanan kata sandi atau saat membuka e-mail kita diminta untuk mengganti kata sandi, maka ada indikasi data kita telah bocor.

Ciri-ciri lain dari kebocoran data pribadi ini juga bisa diketahui apabila kita mendapat telepon dari nomor tidak dikenal, dan orang tersebut berusaha merayu, menawarkan, atau meminta kita memberikan informasi penting dengan iming-iming tertentu.

Bisanya juga, kalau data kita telah berhasil diretas oleh oknum tertentu, kita akan banyak menerima SMS berisi pesan penipuan, spam, dan pesan whatsapp dari pihak yang tidak diketahui secara jelas.

Karena data begitu penting, perlu adanya penanganan atau perlindungan dengan sistem yang memiliki tingkat keamanan tinggi yang harus disiapkan oleh pihak-pihak terkait, utamanya pemerintah di Indonesia.

Di sisi lain, masyarakat juga harus bisa melindungi datanya masing-masing, salah satunya dengan tidak mudah mengisi atau memasukkan data pribadi di berbagai platform.

Perlu diketahui, hal ini menjadi salah satu penyebab umum bocornya data banyak orang yang dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, guna mendapat keuntungan dan lain sebagainya.

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait