Ekonomi

Masih Banyak yang Mampu, Gorontalo Diminta Ajukan Nama Lain selain Rudiyanto ke Direksi BSG

60DTK.COM – Gorontalo : Keterwakilan Gorontalo dalam jajaran direksi PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menjadi perhatian. Pasalnya, dari enam posisi direksi yang tersedia, saat ini baru lima kursi yang terisi.

Berdasarkan susunan manajemen yang ditampilkan dalam laman resmi BSG, lima nama yang menduduki posisi direksi yakni Revino M. Pepah sebagai Direktur Utama, Mutesa Holdin sebagai Direktur Kepatuhan, Esther C. Rampengan sebagai Direktur Kredit, Joubert R.J. Dondokambey sebagai Direktur Umum, dan Louisa J. Parengkuan sebagai Direktur Operasional.

Dari susunan tersebut, tidak terdapat satu pun figur yang berasal dari Gorontalo.

Kondisi ini menjadi perhatian karena sejumlah pemerintah daerah di Gorontalo merupakan pemegang saham BSG. Dengan demikian, keterwakilan daerah dalam struktur manajemen bank dinilai menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan.

Nama Rudiyanto Sempat Masuk Susunan Direksi

Sebelumnya, peluang Gorontalo untuk menempatkan wakilnya di jajaran direksi BSG sempat terbuka setelah nama Rudiyanto Katili muncul dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BSG yang digelar di Kantor Pusat BSG pada 10 Februari 2026.

Rudiyanto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah BSG Gorontalo disebut mendapat posisi sebagai Direktur Dana dan Treasury.

Namun, keputusan RUPS belum serta-merta membuat seorang calon dapat langsung menjalankan tugas sebagai direksi. Setiap calon anggota direksi maupun komisaris bank harus terlebih dahulu mengikuti penilaian kemampuan dan kepatutan atau Fit and Proper Test (FPT) yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Proses FPT terhadap calon direksi dan komisaris BSG kemudian dilaksanakan di Kantor OJK Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara di Manado.

Tahapan tersebut berlangsung pada 24 hingga 28 Agustus 2026. Prosesnya juga tidak hanya menyangkut FPT, tetapi didahului sejumlah tahapan, termasuk pemenuhan kelengkapan dokumen dan uji kompetensi bagi masing-masing kandidat.

Kabar Rudiyanto Tidak Lolos FPT

Belakangan, beredar informasi yang menyebut Rudiyanto Katili tidak lolos dalam tahapan FPT tersebut.

Namun hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari BSG maupun OJK yang mengonfirmasi hasil penilaian terhadap Rudiyanto.

Karena itu, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Jika nantinya hasil tersebut dinyatakan resmi dan Rudiyanto tidak ditetapkan sebagai direksi, maka Gorontalo dipastikan tidak memiliki keterwakilan di jajaran direksi BSG.

Pemegang Saham Diminta Segera Ajukan Kandidat

Di tengah kondisi tersebut, masih kosongnya satu posisi direksi BSG sebenarnya dapat menjadi ruang bagi pemerintah daerah di Gorontalo selaku pemegang saham untuk kembali mengusulkan kandidat.

Jika proses terhadap calon sebelumnya telah memiliki keputusan final, pemegang saham dari Gorontalo dinilai perlu segera membahas dan menyiapkan nama baru yang memiliki kompetensi untuk menduduki posisi tersebut.

Langkah itu dinilai penting agar keterwakilan Gorontalo dalam jajaran manajemen BSG tidak hilang.

Apalagi, Gorontalo dinilai memiliki sejumlah sumber daya manusia yang berpengalaman di sektor perbankan dan memiliki rekam jejak yang dapat dipertimbangkan untuk mengisi posisi strategis di BSG.

Keterwakilan tersebut bukan sekadar persoalan asal daerah. Kehadiran figur yang memahami karakteristik dan kebutuhan ekonomi Gorontalo di jajaran manajemen diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kepentingan daerah sebagai pemegang saham.

Mulai dari pengembangan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha, perluasan layanan perbankan, hingga optimalisasi kontribusi BSG terhadap perekonomian daerah dan penerimaan berupa dividen.

Karena itu, kosongnya satu kursi direksi BSG kini bukan hanya menjadi persoalan struktur organisasi bank, tetapi juga menjadi momentum bagi pemegang saham di Gorontalo untuk kembali menyiapkan figur terbaiknya.

Dengan demikian, kepentingan Gorontalo sebagai bagian dari pemilik BSG tetap memiliki ruang dalam pengambilan keputusan strategis bank yang selama ini dikenal dengan slogan “Torang Pe Bank”.

Traktir Kopi Redaksi

Liputan 60dtk.com gratis dibaca siapa saja. Kalau berita ini bermanfaat, satu gelas kopi dari Anda membantu tim kami terus di lapangan.

Traktir Kopi

Dibuka di halaman Saweria. Bisa bayar pakai QRIS, GoPay, DANA, OVO, dan transfer bank.

0