Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya

Sebuah review buku karya Rusdi Mathari dari Nikhen Mokoginta

Judul : Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya
Penulis : Rusdi Mathari
Penerbit : Buku Mojok
Tahun terbit : 2016
Ketebalan : xvii+226 hlm.
ISBN : 978-602-1318-40-9

60DTK-REVIEW: Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya – Kisah Sufi Dari Madura. Buku ini mulanya adalah tulisan berseri selama dua tahun di situs web Mojok.co. Sejak kali pertama tayang, kisah sufi dari Madura bernama Cak Dlahom ini segera digemari. Dibaca lebih dari setengah juta pemirsa Mojok.co

. . .

Barangkali akan ada banyak pandangan berbeda terkait buku ini, bagi yang sudah pernah membacanya sebelumnya. Meski demikian, secara umum, buku ini memang sedikit kontroversi. Bagaimana tidak? Rusdi Mathari –si penulis, yang notabenenenya bukan seorang ustaz, ulama, atau kiai, dalam buku ini menunjukkan kecerdasan luar biasa dalam mengajarkan agama, dengan hal – hal yang cukup nyeleneh –bagi orang – orang tertentu.

Baca juga : Memilih Buku Itu Tak Sesulit Memilih Pasangan Hidup! Ayo, Membaca!

Ini terbukti dengan penjelasan – penjelasan Rusdi Mathari yang bak menyihir nalar. Cak Dlahom –si tokoh utama, duda tua yang awalnya hidup sendiri di sebuah gubuk dekat kandang kambing milik Pak Lurah, kerap melakukan hal – hal yang sekilas nyeleneh, mengomentari, lantas menyulut perbincangan – perbincangan baru mengenai substansi ibadah. Dikatakan gila, tidak juga, dikatakan tidak, tapi hidupnya dipenuhi hal – hal gila yang ‘bermartabat’. Meski begitu, apapun yang dia lakukan dan gaungkan, selalu menjadi ‘isu nasional’, menjadi bahan perbincangan terhangat di desa, lalu membuat orang – orang merenungkan ulang ke-Islaman-nya.

Barangkali kita akan ternganga seperti tokoh Gus Mut di buku ini, tiap kali Cak Dlahom menjelaskan sesuatu yang begitu sederhana dan mendasar, tapi memang sering luput dari pemikiran, seperti: “Apa kamu benar – benar merindukan Ramadan? Apa kamu benar – benar suka berpuasa dan senang salat? Lalu, apa gunanya Allah mewajibkan itu sementara manusia sudah senang dan suka?”, atau “Orang yang masuk Islam, pertama, harus baca syahadat, dan disaksikan banyak orang. Tapi pernahkah kamu membaca syahadat dan disaksikan banyak orang? Jadi, kamu islam atau tidak?”.

Baca juga : Jamil Massa Dan Puisinya Yang Sarat Makna

Dalam buku terbitan Buku Mojok ini, Cak Dlahom menjadi tokoh yang begitu kuat. Dengan ‘kegilaan’-nya, Ia selalu membangun pembahasan sederhana tentang esensi ajaran Islam. Meski, di sisi lain Ia pun sering kali menghakimi orang lain, alih – alih mengingatkan dan menasihati secara gamblang supaya mudah dimengerti. Ia juga suka melakukan hal – hal aneh hingga di luar batas yang terhitung sangat tak pantas dilakukan.

Buku ini aneh sekaligus menyadarkan. Nyeleneh, tapi juga begitu kuat dan tegas menampikkan pemikiran – pemikiran yang mainstream dan tergolong ‘salah’ tentang ibadah dan Islam pada khususnya. Rusdi Mathari berusaha mengungkap tabir – tabir itu dan menyuguhkannya pada pembaca. Dengan kalimat – kalimat sederhana, dalam percakapan dan kisah yang juga amat sederhana -bahkan tergolong kampungan, Ia memunculkan esensi sebenar – benarnya dari ibadah itu sendiri.

Baca juga : Cinta Itu Benar Dan Manis Adanya

Barangkali hanya ada satu kesimpulan besar yang bisa ditarik dari buku ini, yakni: “Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya”, bisa jadi judul itulah gambaran penyakit kita hari ini. (rds/60dtk)

 

 

 

.

Comments are closed.