Nasir Madjid Angkat Bicara Soal Anggaran Pengadaan Fasilitas Samsat

60DTK, Gorontalo – Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menggelar rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membahas perubahan APBD Provinsi Gorontalo tahun 2021, Kamis (19/08/2021).

Dalam pembahasan tersebut, ada beberapa hal penting yang menjadi perhatian DPRD, salah satunya anggaran untuk UPTD Samsat Provinsi Gorontalo.

Anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Gorontalo, Nasir Madjid saat menyampaikan beberapa poin penting terkait fasilitas Samsat Provinsi Gorontalo pada rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (19/08/2021). (Foto: Istimewa)

“Jadi kita itu sudah pernah kunjungan sejak tahun 2020, kita sudah lihat ini kondisi mesin cetak TNKB (tanda nomor kendaraan bermotor) atau mesin cetak cat plat. Sudah ada beberapa yang rusak, sudah tidak efisien kalau kita lihat. Alat itu juga sudah 8 sampai 9 tahun digunakan,” ungkap Anggota Banggar DPRD Provinsi Gorontalo, Nasir Madjid saat dihubungi via telepon.

expo

Baca juga: Pemerintah Desa dan Kelurahan didorong Percepat Vaksinasi

Menurutnya, Samsat ini adalah UPTD penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang banyak. Oleh karena itu, fasilitasnya pun harus bagus.

Untuk itu, di depan TAPD Provinsi Gorontalo, DPRD meminta agar anggaran untuk perbaikan ataupun penggantian fasilitas, dapat dimasukkan pada perubahan anggaran tersebut.

“Beberapa memang Samsat menyampaikan ini sebenarnya sudah bisa diperbaiki atau diganti. Jadi kalau menurut TAPD tadi pas kita minta untuk tambahan TNKB, itu sudah masuk di Rp850 juta,” jelasnya.

Baca juga: Deprov Gorontalo Minta Karang Taruna Didukung Lewat Bantuan Sosial

Bukan hanya mesin cetak TNKB, dewan juga meminta penambahan beberapa fasilitas seperti lemari brankas dan alat transportasi pendukung lainnya.

“Kita juga meminta beberapa fasilitas yang ada di kantor bagian mutasi. Bahkan ada yang sangat krusial, tidak adanya brankas untuk tempat BPKB yang baru,” jelas politisi Partai Gerindra tersebut.

“TAPD sudah menganggarkan satu kendaraan hanya avanza, tapi kami minta ditingkatkan lagi. Sedangkan buku BPKB ini penting skali, kalau ada yang ambil, kan bisa ada pemalsuan kendaraan. Nah, itu yang kita minta agar ada penambahan brankas,” imbuhnya. (adv)

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles