Pelabuhan Gorontalo Diperketat, Penumpang Diperiksa, ABK Dilarang Turun

  • Whatsapp
Salah satu penumpang kapal di Pelabuhan Kota Gorontalo disemprot cairan antiseptik yang aman untuk kulit. Foto : Salman Humas.

60DTK – Gorontalo : Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berupaya mengantisipasi penyerbaran virus corona (covid-19). Seluruh akses masuk Gorontalo baik darat, udara dan laut diperketat, termasuk Pelabuhan Kota Gorontalo.

Di pelabuhan ini, setiap penumpang yang turun diminta untuk meletakan setiap barang bawaan. Barang tersebut  kemudian disemprot dengan disinfektan. Begitu pula dengan penumpang, disemprotkan cairan yang aman untuk kulit manusia.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

“Saya ingin melihat SOP-nya bagaimana. Alhamdulillah sudah jalan, dibantu teman-teman TNI Polri dan alat-alatnya sangat aman digunakan”, ujar Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat meninjau protokol kesehatan di Pelabuhan Kota Gorontalo, Selasa (31/03/2020).

Terkait dengan Surat Edaran baru tentang Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Penyebrangan, Rusli mengatakan bahwa setiap Anak Buah Kapal (ABK) tidak diperbolehkan turun. Kecuali jika yang bersangkutan tidak mengidap penyakit.

“ABK tidak bisa turun. Kecuali diiyakini bahwa yang bersangkutan tidak mengidap penyakit. Termasuk suhu badannya normal. Harus dipantau kesehatannya”, tegas Rusli.

Surat Edaran Gubernur Gorontalo Nomor 800/Dishub/387/III/2020 tentang Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Penyebrangan, mengatur hal-hal sebagai berikut :

Pertama, pembatasan Awak Kapal untuk tidak meninggalkan kapal selama sandar di pelabuhan baik kapal penumpang maupun kapal barang. Kedua, segala kebutuhan Awak Kapal selama kapal sandar di pelabuhan disuplai oleh pemilik/Agen kapal.

Ketiga, pergerakkan Awak Kapal selama kapal sandar di pelabuhan diawasi Tim Terpadu Posko Pencegahan Covid-19 di pelabuhan. Keempat, menyediakan tempat cuci tangan dan bilik sterilisasi untuk digunakan baik oleh petugas, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) maupun penumpang yang akan berangkat dan penumpang yang turun dari kapal.

Kelima, melakukan pemeriksaan suhu tubuh baik kepada petugas, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) maupun penumpang yang akan berangkat dan penumpang yang turun dari kapal. Keenam, terhadap kapal yang masih melakukan kegiatan bongkar muat dalam beberapa hari ke depan maka Awal Kapal tersebut setiap hari akan dilakukan pengecekan suhu tubuh  oleh Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas III Gorontalo.

Hingga saat ini Gorontalo masih nol kasus positif corona, Rusli berharap Gorontalo tetap bertahan. Selain memperketat akses masuk, peran dan partisipasi masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah bisa dilaksanakan dengan baik. (adv)

Pos terkait