Pemkab Gorontalo Evaluasi Program Penyaluran Sembako

  • Whatsapp
Sekda Kabgor, Hadijah U. Tayeb, saat memberikan arahan pada rapat evaluasi program penyaluran beras sembako yang berlangsung di Ruang Madani Kantor Bupati Gorontalo, Kamis (12/03/2020). (Foto - Humas Kominfo Kabgor)

60DTK-Kabupaten Gorontalo: Pemerintah Kabupaten Gorontalo (Kabgor) baru saja melaksanakan rapat evaluasi terkait program penyaluran beras sembako yang telah dilaksanakan oleh tim koordinasi Bantuan Sosial Pangan (BSP), Kamis (12/03/2020).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabgor, Hadijah U. Tayeb mengatakan, evaluasi itu dilakukan untuk melihat apakah bantuan sembako tersebut benar – benar diterima oleh masyarakat penerima.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Sebanyak 500 KK Di Kabgor Dapat Bantuan UEP Setiap Tahun

Di sisi lain, kata Hadijah, pemerintah pusat juga sudah berupaya agar penyaluran sembako melalui e-warung dapat berlangsung lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau ada hambatan atau pihak – pihak tertentu yang mengambil keuntungan lebih besar sebagaimana ketentuan yang berlaku, misalnya menyalurkan bahan – bahan yang tidak berkualitas, maka kita bisa merekomendasikan untuk diganti,” tegas Hadijah, usai rapat yang berlangsung di Ruang Madani, Kantor Bupati Kabgor.

Baca juga: Dinas Pertanian Kabgor Akan Salurkan Bantuan Benih Untuk Masyarakat Gagal Panen

Hadijah menjelaskan, adanya oknum – oknum yang mengambil keuntungan dari bantuan tersebut pastinya akan sangat merugikan masyarakat. Namun demikian, jika penyuplai masih bisa dibina dan kembali bekerja dengan maksimal, maka akan diberi kesempatan.

“Setelah ini, mungkin dari Tikor akan mengevaluasi langsung (penyaluran sembako),” ujar Hadijah.

Baca juga: Kemensos RI Serahkan Bantuan Senilai Rp1,16 Miliar Kepada Korban Banjir Di Gorontalo

Ia juga mengungkapkan, terkait penyaluran sembako ini, Pemerintah Kabgor memang sudah pernah menerima keluhan dari masyarakat, khususnya dari Kecamatan Tibawa.

“Keluhan itu karena berasnya kurang bagus. Tapi itu sudah diganti. Itu jadi satu pengalaman kita dan kalau itu terulang lagi, maka itu sudah orangnya (penyuplai bantuan) yang tidak bagus,” tukas Hadijah. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait