Pemprov Gorontalo Upayakan Bandara Djalaludin Jadi Internasional

60DTK, Jakarta – Untuk mewujudkan cita-cita embarkasi penuh dan pariwisata mendunia, maka Bandar Udara Djalaludin Gorontalo harus beralih status menjadi bandara internasional. Hal itu pun harus memenui syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

Untuk itu, agar hal tersebut dapat segera terealisasi, Pemprov Gorontalo pun menggelar pertemuan bersama TNI Angkatan Udara (AU), guna membahas rencana hibah tanah yang ada di lokasi Bandara Djalaludin Gorontalo, mengingat tanah tersebut adalah tanah milik TNI AU.

“Cita-cita kita menjadikan Bandara Djalaludin sebagai bandara internasional untuk mewujudkan embarkasi haji penuh dan mendukung akses pariwisata mendunia, syaratnya landasan pacu harus diperpanjang menjadi 3000 meter x 45 meter dan penambahan runway strip. Begitu juga dengan infrastruktur pendukung lainnya. Maka kita butuh lahan milik TNI AU ini,” ungkap Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Selasa (1/09/2020).

Baca juga: Petugas Sensus Penduduk Dipastikan Bebas Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Perlu Khawatir

Rusli menuturkan, karena sudah menghibahkan tanah sebagai pengembangan bandara tersebut, sebagai gantinya Pemprov Gorontalo akan menghibahkan lahan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, kepada TNI AU. Tanah itu kurang lebih seluas 71/892 M2, yang dibutuhkan untuk pengembangan Lanud Sam Ratulangi.

“Sambil menunggu proses hibah lahan selesai, maka sementara kita sepakati perpanjangan pinjaman pakai dulu. Lahan di Gorontalo dipinjamkan ke kita, begitu juga sebaliknya dengan lahan kita di Minahasa Utara ke TNI AU,” jelasnya.

Memang, dalam hal memperjuangkan pengembangan Bandara Djalaluddin, Rusli Habibie dikenal konsisten pada tujuannya. Hal itu dimulai setelah sukses membangun bandara baru melalui dana APBN, sehingga Ia sangat mengupayakan peningkatan status menjadi bandara internasional.

Baca juga: Pemprov Gorontalo Ketat Awasi Kinerja Pegawainya Di Masa Pandemi Covid-19

Diketahui, pertemuan tersebut juga diikuti oleh Sekdaprov Gorontalo, Darda Daraba; Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sutan Rusdi; Kadis Perhubungan, Jamal Nganro; Kaban Keuangan, Huzairin Roham; Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Ben Adisurya; serta perwakilan dari Kemenhub RI.

Sementara itu, dari pihak TNI AU juga diikuti oleh Kepala Dinas Barang Tidak Bergerak Angkatan Udara (BTBAU), Marsekal Pertama TNI Bowo Herutomo; Komandan Lanud Sam Ratulangi, Kolonel (Pnb) Abram Robert A. Tumanduk; dan Aslog Kaskoopsau II, Kolonel (Tek) Nyoman Suryawan. (adv)

 

Penulis: Hendra Setiawan