Petugas Sensus Penduduk Dipastikan Bebas Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Perlu Khawatir

60DTK, Gorontalo – Kegiatan pendataan jumlah penduduk, atau dikenal dengan istilah sensus penduduk, secara resmi telah dibuka. Ini menandakan sudah tiba saatnya para petugas untuk datang ke rumah-rumah warga, meski masih di tengah pandemi Covid-19.

Meskipun demikian, masyarakat diminta tak perlu khawatir. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, Herum Fajarwati mengungkapkan, para petugas yang nantinya akan berhadapan dengan masyarakat, sudah dipastikan bebas dari Covid-19, karena sebelumnya para petugas ini sudah melakukan uji cepat (rapid test) terlebih dahulu.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Para petugas ini juga kami bekali tanda pengenal dan surat tugas. Kalau kaitannya dengan Covid-19, kita sudah proteksi mereka. Sebelum kita nyatakan direkrut sebagai petugas, kita lakukan rapid test terlebih dahulu,” ungkap Herum saat diwawancarai awak media, Rabu (2/09/2020).

Baca juga: Wagub Gorontalo Resmi Buka Sensus Penduduk 2020

Ia juga menjelaskan, para petugas pendataan sudah pasti dilengkapi dengan alat pelindung diri berupa masker dan penyanitasi tangan (hand sanitizer). Selain itu, para petugas tersebut juga memang sengaja direkrut berdasarkan lokasi tempat tinggalnya.

“Strateginya, kita menggunakan atau merekrut petugas dari masyarakat setempat, sehingga tidak perlu mobilitas yang lebih, serta mereka sudah dikenal oleh masyarakat. Sehingga kalau petugas ini bertanya-tanya, sudah tidak ada orang curiga lagi, karena sudah saling kenal,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ia juga membeberkan bahwa ada kurang lebih 893 petugas yang akan dikerahkan dalam sensus penduduk kali ini. Meskipun mengalami pengurangan dari jumlah yang sudah dirancang sejak awal, Ia memastikan dengan jumlah petugas tersebut, semua wilayah di Gorontalo tetap bisa ditangani.

Baca juga: Wagub Gorontalo Beberkan Arahan Presiden Terkait Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi

“Ada 893 petugas itu berkurang karena ada refocusing anggaran APBN karena adanya Covid-19. Tadinya 1.700 petugas rancangan awalnya. Namun, insyaallah bisa ter-cover semua wilayah. Memang kita juga lakukan SOP, kita sudah melakukan pemetaan peta seluruh wilayah Provinsi Gorontalo, dari peta itu kita sudah bagi petugas, jadi tidak ada wilayah yang tidak didatangi petugas,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Hendra Setiawan