Persoalan Penyakit Masyarakat Jadi Perhatian Serius Gubernur Gorontalo

60DTK – KOTA GORONTALO : Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mulai bersikap keras terhadap maraknya penyakit masyarakat (pekat) di daerah. Salah satunya dengan berkomitmen untuk menertibkan tempat hiburan malam, hotel-hotel, kos-kosan yang diduga menjadi tempat praktek minuman keras dan prostitusi terselubung.

Penegasan tersebut disampaikan Rusli Habibie saat menggelar sahur bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivitis mahasiswa serta sejumlah wartawan bertempat di Warung Upnormal, Kota Gorontalo, Minggu dini hari (2/5/2019).

BACA JUGA : Upacara Hari Lahir Pancasila Pemprov Di Pimpin Wagub Idris Rahim

“Tolong teman-teman mahasiswa bantu kami memberantas penyakit masyarakat ini. Saya bahkan tadi sudah bicara dengan Forkopimda lebih ekstrim, kalo perlu kita bongkar (tempat-tempat maksiat). Saya yang akan pimpin sendiri. Kita bongkar tempat maksiat yang diduga, mohon maaf ini, diduga dibekingi oleh oknum-oknum tertentu,” tegas Rusli.

Sebagai kepala daerah, Rusli mengaku saat bertanggungjawab terkait dengan maraknya praktek miras, narkoba dan seks bebas di Gorontalo. Menurutnya, sudah cukup upaya himbauan dan kampanye yang selama ini ia gaungkan untuk memerangi penyakit masyarakat di daerah yang dikenal dengan sebutan “Serambi Madinah”.

BACA JUGA : 600 Warga Lapas Terima Santunan Pemprov

“Ini Provinsi Gorontalo mulai ramai. Ekonomi tumbuh pesat, fasilitas mulai tumbuh berkembang. Ini menjadi konsekuensi dari kota yang maju. Tapi saya tidak mentolelir apabila dibarengi dengan hal-hal negatif tadi. Saya sebagai gubernur sangat bertanggungjawab dan tidak mentolelir hal-hal yang dapat merusak generasi muda,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya meminta kepada Sekretaris Daerah untuk menggelar pertemuan dengan unsur Forkopimda di dalamnya ada Polda, Korem, Kejaksaan dan Pengadilan Tinggi. Ia optimis jika jajaran Forkopimda satu komitmen untuk memerangi penyakit masyarakat di Gorontalo. (adv)

Sumber : Humas Gorontalo Prov

Comments are closed.