60DTK.COM – Pesan tegas disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah untuk menghapus stigma bahwa penyandang tuli adalah peminta-minta.
Ia mengajak masyarakat memberikan kesempatan kerja dan belajar bagi disabilitas.
Ajakan itu ia Idah saat menghadiri puncak peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional (HBBI) 2026 di Rumah Dinas Wakil Gubernur Gorontalo, Sabtu (26/9/2026).
“Saya mengingatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengajak masyarakat luas untuk belajar dan mengenal dasar-dasar bahasa isyarat,” ujar Idah.
Menurut Idah, mempelajari bahasa isyarat bukan hal yang tabu di masa sekarang. Hal ini karena anak-anak disabilitas tunarungu kian banyak ditemui di berbagai tempat.
“Kenapa belajar bahasa isyarat? Agar kita dapat berkomunikasi, sehingga pada saat kita berada di manapun seperti di Kedai Tuli bisa berkomunikasi dengan anak-anak tunarunggu,” jelasnya.
Idah juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas.
Ia menegaskan mereka harus diberi ruang untuk mengembangkan kemampuan seperti orang pada umumnya.
“Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk menghapus stigma bahwa tuli ini bukan dengan rasa kasihan. Karena mereka bukan peminta-minta, mereka perlu mendapatkan kesempatan untuk bisa tetap bekerja, belajar dan meningkatkan kemampuannya,” imbuhnya. (adv)






