Sambut Milad Ke-9, Mahasiswa Ilkom UNG Gelar Screening Film Karya Sendiri

60DTK-GORONTALO – Dalam rangka menyambut milad Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo (Ilkom UNG) yang ke-9, pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilkom menggelar screening film yang tak lain, merupakan hasil karya mahasiswa Ilkom itu sendiri.

Screening film dokumenter yang bertajuk “Makhluk Marjinal” tersebut digelar di selasar Gedung Bersama (GB) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG, Senin (1/04/2019).

Wahyu Margono, Sutradara film dokumenter “Makhluk Marjinal” tersebut menjelaskan bahwa, melalui film ini, ia ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa anak punk tidak seperti apa yang menjadi stigma dalam masyarakat selama ini.

“Ide film ini muncul karena saya berteman dengan beberapa anak punk, dan ingin memperlihatkan kepada orang banyak bahwa sebenarnya anak punk itu tidak seperti apa yang mereka lihat,” ujar Wahyu.

Hal ini serasi dengan tema film dokumenter tersebut yang memang mengangkat tema tentang kehidupan sehari – hari anak jalanan Gorontalo, atau yang biasa dikenal dengan nama Anak Punk.

Berkenaan dengan proses pembuatannya, Wahyu membeberkan bahwa film tersebut digarap hanya dalam kurun waktu satu minggu saja.

“Film ini digarap selama 1 Minggu dibulan November, dan selesai pada awal Desember 2018 lalu,” beber Wahyu.

Selain untuk menumbuhkan kesadaran baru terhadap stigma negatif yang berlarut – larut kepada anak punk selama ini, screening film tersebut juga bertujuan untuk menunjukkan, serta mengapresiasi karya dari mahasiswa Ilkom itu sendiri. Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan Ketua HMJ Ilkom UNG, Zulfikar Gafur saat ditemui di selasar GB selepas screening film berakhir.

“Kamu ingin memperkenalkan karya dari senior kami, Wahyu Margono. Dan karena film ini bercerita tentang anak punk, jadi sekaligus juga sebagai informasi ke teman – teman Ilkom tentang bagaimana memandang anak punk itu,” ujar Gafur.

Gafur juga mengungkapkan, mereka sangat beruntung dengan dibuatnya film ini oleh anak Ilkom sendiri. Ia membeberkan, di acara – acara selanjutnya, mereka akan turut melibatkan anak -anak punk.

“Jadi sangat beruntung sekali karena sudah ada yang membuat film dokumenter ini. Insyaallah kedepannya kita bisa membuat satu event lagi yang bersangkutan dengan anak punk langsung tanpa ada perantara,” tukas Gafur.

 

Pewarta: Fajar Adiputra
Editor: Nikhen Mokoginta

Comments are closed.