Sering Terjadi Kecelakaan, GORR Butuh Penerangan Jalan

  • Whatsapp
Lintasan GORR di Desa Talulobutu Selatan yang sering menjadi lokasi kecelakaan.

60DTK-GORONTALO – Tidak adanya penerangan jalan dan rambu – rambu lalu lintas di lintasan Gorontalo Outer Ring Road (GORR), menyebabkan terjadinya beberapa kecelakaan di lokasi itu. Hal ini pun mendapat keluhan dari warga sekitar GORR.

Menurut salah satu warga Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa yang rumahnya berdekatan dengan lintasan GORR, masalah penerangan di GORR tersebut sudah pernah dirapatkan dengan pemerintah desa, namun hingga saat ini belum ada realisasi berupa pengadaan penerangan ataupun rambu lalu lintas.

Bacaan Lainnya

“Pokoknya di jalan sana habis isya sudah gelap. Kami juga belum tahu rencana pemerintah desa bagaimana, soalnya kami pun belum dapat kabar sejak rapat selesai dilaksanakan,” ucap wanita paruh baya yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Baca juga : Adakah Korupsi Di GORR Atau Penyalahgunaan Wewenang ?

Ia juga mengungkapkan keinginannya agar di lokasi terjadinya kecelakaan dapat segera dipasangkan penerangan, karena sejauh ini, sudah ada korban kecelakaan yang sampai meninggal dunia.

Menanggapi hal ini, aparat Pemerintah Desa Talulobutu Selatan mengungkapkan akan segera memasang penerangan walau masih seadanya.

“Karena memang ini merupakan jalan nasional, artinya ini juga tanggung jawab pemerintah untuk memasang penerangan dan rambu – rambu lalu lintas,” ujar Sofyan Pou, Kepala Desa Talulobutu Selatan, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (9/04/2019).

Sofyan melanjutkan, memang hingga saat ini di persimpangan GORR belum ada rambu – rambu lalu lintas. Ditambah lagi masih banyak tumpukan pasir di sana – sini yang belum dibersihkan.

“Memang jalan ini masih sangat rawan, terus masih banyak juga timbunan pasir yang belum diratakan sehingga rawan sekali terjadi kecelakaan,” jelas Sofyan.

Terkait hal ini, Sofyan menyatakan sudah mengirim beberapa orang aparat desa untuk bertemu langsung dengan aparat pemerintah agar dapat segera disikapi.

 

Pewarta : Fajar Adiputra
Editor : Nikhen Mokoginta

Pos terkait