Siswa Mendaftar Menumpuk di Satu-Dua Sekolah, AD: Seharusnya Ini Ada Sosialisasi

60DTK, Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dapil Kota, Adhan Dambea, menanggapi serius terhadap masalah yang sering terjadi pada masa penerimaan siswa baru. Dimana siswa mendaftar hanya menumpuk di satu atau dua sekolah saja. Misalnya di SMA N 1 Gorontalo dan SMA N 3 Gorontalo. Siswa lebih banyak mendaftarkan diri di sekolah tersebut.

Adhan Dambea, yang juga pernah menjabat sebagai Walikota Gorontalo periode 2008-2013 ini, menilai masalah ini harus cepat ditangani. Ia pun mendatangi langsung SMA N 1 Gorontalo, membahas hal ini dengan para guru, dalam rangkaian Reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Selasa(7/07/2020).

Baca Juga: Reses Deprov Gorontalo, Begini Aspirasi Diterima Adhan Dambea

Salah satu strategi yang disampaikan Pak Ad (nama akrab) dalam pertemuan itu ialah, ketika mendekati pelaksanaan ujian di tingkat SMP, siswa maupun orang tua diberi informasi dalam bentuk sosialisasi tentang keseragaman kualitas pendidikan di setiap jenjang sekolah, termasuk Sekolah Kejuruan.

“Seharusnya ini ada sosialisasi, jadi begitu ada siswa SMP Somo (akan) dekat ujian, seharunya anak-anaknya sama orang tuanya disosialisasi bagaimana harus masuk kejuruan, apa manfaat masuk kejuruan, apa kelebihan masuk SMA 2, nah ini tidak tercipta,” ungkap Adhan Dambea kepada awak media.

Reses AD
Tim Reses Deprov Gorontalo, Dapil Kota, di SMA N 1 Gorontalo. (Foto: Hendra 60DTK)

Adhan juga menjelaskan, kemauan siswa tergantung pada informasi yang ia terima. Siswa bisa termotivasi untuk mendaftarkan diri di sekolah yang ia ketahui.

“Sehingga saya sarankan kali lain bagaimana Dikbudpora menciptakan itu, sehingga ada motivasi siswa masuk situ, itu tidak tercipta dan tidak dipikir oleh Dikbudpora, saya lihat Dikbudpora hanya mengurus sekolah hanya kuantitasnya, tetapi kualitasnya tidak diperhatikan,” tegasnya.

Baca Juga: Tim Reses Deprov Dapil Bone Bolango Tinjau Kerusakan Fasilitas Akibat Banjir

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA N 1 Gorontalo, Adianiwaty S. Polapa menjelaskan, pihaknya setiap tahun selalu menerima siswa baru melebihi dari kuota yang sudah ditentukan oleh pemerintah Provinsi.

“Tadi kami melaporkan kepada tim reses DPRD, kami menjelaskan keadaan kami di lapangan dimana orang tua, pada saat ini lebih memilih SMA 1 dan SMA 3 Gorontalo di zaman-zaman yang lama, saya juga pernah jadi kepala Sekolah SMA 3,” jelas Adianiwaty. (adv)

 

 

Pewarta: Hendra Setiawan