SKB Biluhu Resmi Beroperasi, Bukti Nyata Pemkab Gorontalo Dorong IPM

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo dibawah kepemimpinan Nelson Pomalingo, terus mendorong pembukaan Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Hal ini dilakukan guna meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Gorontalo masih ketinggalan dari daerah-daerah lain di Provinsi Gorontalo. Padahal, sekolah-sekolah formal di daerah ini sangat banyak dan sudah representatif. Bahkan perguruan tinggi didaerah ini juga sudah banyak, mulai dari UG, IAIN, UNU, dan UMGo.

Peringkat IPM di Kabupaten Gorontalo yang masih cukup rendah ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat di daerah tersebut hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) Disisi lain, wadah masyarakat melanjutkan pendidikan melalui pendidikan non formal juga terbatas. SKB di Kabupaten itu baru ada di Kecamatan Limboto, Batudaa, dan Tolangohula.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, Memberikan Sambutan pada Peresmian Gedung Baru Satuan Pendidikan Non Formal SKB Biluhu
Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, Memberikan Sambutan pada Peresmian Gedung Baru Satuan Pendidikan Non Formal SKB Biluhu. (Foto : Andi 60DTK)

“Ekonomi kita bagus, kemiskinan dan pengangguran kita turun, kesehatan kita baik, yang bermasalah itu pendidikan. 65 persen lulusan SD masyarakat Kabupaten Gorontalo, maka inilah yang membuat IPM kita tidak bisa bagus. Dan untuk mengubah SDM butuh waktu yang panjang,” kata Nelson.

Upaya pemerintah ini perlahan mulai terealisasi. Pada Senin (22/03/2021), Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo bersama jajaran Pemkab Gorontalo meresmikan gedung baru SPNF SKB yang ada di Kecamatan Biluhu. Sekolah ini dapat menjangkau tiga wilayah yaitu Batudaa Pantai, Biluhu, serta Bilato.

Baca Juga: Bupati Gorontalo Bangga Perkembangan Kecamatan Biluhu

“Mohon gedung ini digunakan dengan baik. Segera konsolidasi, rekrut tenaga pengajar, fasilitasnya segera dipenuhi, dan proses belajar mengajar segera dilaksanakan,” harapnya.

Nelson menjelaskan, pendidikan non formal ini sangat penting bagi masyarakat. Sebab para peserta didik tidak hanya sekedar bisa mendapatkan ijazah, tapi juga Life Skill dan lain sebagainya.

“Sekarang telaga kita ingin lahirkan (SKB), kemudian Dulamayo, kemarin juga sudah saya lihat di Pulubala. Ini akan dibuka supaya tempat belajar untuk masyarakat yang putus sekolah itu ada,” tandasnya.

Diketahui, pembangunan gedung diatas tanah seluas 1.796 persegi ini selesai pada 18 Maret 2021 lalu. Total peserta didik sebanyak 68 orang, terdiri dari 10 orang paket A, 22 orang paket B, serta 36 orang paket C. Adapun pembelajaran yang akan diberikan diantaranya meliputi keaksaraan, kesetaraan, dan Life Skill. (adv)

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles