60DTK.COM – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 6 Bone Bolango diposisikan sebagai pusat keunggulan sekaligus fasilitator pemerataan pendidikan di daerah.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo Rudi Syaifullah saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah(MPLS) di BPMP Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026).
Rudi menjelaskan kehadiran SNT merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026. Instruksi tersebut mengamanatkan penguatan pusat-pusat keunggulan di daerah.
“SNT ini mempunyai visi yang sangat mulia. Yang pertama, SNT akan menjadi fasilitator untuk pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di Bone Bolango. Kemudian SNT ini akan menjadi pusat keunggulan,” ujar Rudi.
Menurutnya, konsep SNT tidak hanya memberi manfaat bagi peserta didik di dalam sekolah. Sekolah-sekolah di sekitar SNT juga dapat belajar dan mengembangkan diri melalui keunggulan yang dimiliki SNT.
Rudi menambahkan SNT 6 Bone Bolango diarahkan untuk melahirkan peserta didik yang unggul, berdaya saing, dan memiliki karakter kepemimpinan.
Karena merupakan sekolah baru, SNT 6 menggelar MPLS selama lima hari. Siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, dan teman baru. MPLS juga dirancang membangun suasana belajar yang menyenangkan.
“Karena ini sekolah baru, perlu dilakukan MPLS sehingga anak-anak nanti menjadi anak-anak yang riang, gembira, dan bisa kita jadikan pemimpin bangsa,” katanya.
Setelah MPLS, sekolah akan melakukan asesmen untuk memetakan kompetensi siswa. Pemetaan meliputi kemampuan bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan aspek lain. Hasilnya menjadi dasar menentukan intervensi pembelajaran yang sesuai kebutuhan setiap siswa.
“Semua kemampuan anak itu berbeda-beda. Karena berbeda-beda, perlu dipetakan. Setelah dipetakan, baru ditentukan intervensi apa yang tepat untuk anak itu,” jelas Rudi.
Saat ini proses belajar mengajar SNT 6 Bone Bolango masih memanfaatkan fasilitas BPMP Provinsi Gorontalo. Pembangunan fasilitas permanen ditargetkan mulai Oktober 2026.
“Insya Allah kalau tidak ada halangan, nanti di bulan Oktober 2026 ini akan dibangun Sekolah Nasional Integrasi 6 Bone Bolango di sebelah, di tanah lapang dekat masjid,” ungkapnya.
Kawasan sekolah permanen nantinya akan dilengkapi ruang kelas, gedung olahraga, kolam renang, lapangan sepak bola, dan fasilitas pendukung lain. SNT juga akan memiliki lahan untuk pengembangan keterampilan hidup, pertanian, dan perdagangan.
Rudi membedakan SNT dengan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Sekolah Rakyat menyasar desil 1 dan 2 dengan sistem asrama. Sekolah Garuda menyasar desil 8, 9, dan 10 dengan sistem asrama. Sementara SNT berada di tengah dan diperuntukkan bagi anak berprestasi.
“SNT ini berada di tengah-tengahnya. Karena di tengah-tengah, diperuntukkan juga bagi anak-anak berprestasi,” jelasnya.
SNT tidak menerapkan sistem boarding. Siswa tetap dapat bersama keluarga setelah kegiatan sekolah.
“Kenapa tidak boarding? Kita memberikan kesempatan kepada anak setelah belajar di sini juga bisa bersama keluarga, bercerita, sehingga psikologinya akan lebih kuat,” katanya.
Pada angkatan pertama, SNT 6 membuka jenjang SMP dan SMA. Masing-masing menampung 40 peserta didik. Total siswa 80 orang. Setiap jenjang terdiri dari 2 kelas dengan 20 siswa per kelas agar pembelajaran lebih efektif.
“Kenapa 20? Agar pembelajarannya lebih efektif, lebih efisien, dan guru nanti lebih gampang memetakan anak,” ujarnya.
Untuk mendukung kualitas, tenaga pendidik SNT diseleksi ketat. Dari sekitar 60 ribu guru peserta PPG, terpilih 12 guru untuk mengabdi di SNT 6 Bone Bolango. Seleksi kepala sekolah juga diikuti ribuan pendaftar.
“Alhamdulillah kita mendapatkan kepala sekolah yang terbaik yang ada di sini,” ungkapnya.
BPMP Gorontalo mendapat amanah mengawal SNT selama masa transisi hingga Desember 2026. Setelah itu SNT diharapkan berdiri mandiri di Bone Bolango.
Mayoritas siswa SNT 6 berasal dari Kabupaten Bone Bolango. Siswa lain berasal dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.
“Harapannya, anak-anak yang di Bone Bolango inilah yang akan kita dorong. Insya Allah tahun depan kuotanya akan kita perbesar, kalau bisa semua anak-anak Bone Bolango yang memenuhi kualifikasi bisa berada di sini,” ujarnya.
Rudi mengajak orang tua di Bone Bolango memanfaatkan SNT sebagai layanan pendidikan bertaraf nasional tanpa harus menyekolahkan anak ke luar daerah.
“Manfaatkanlah SNT ini sebagai sekolah nasional integrasi yang bertaraf nasional, yang dilengkapi dengan semua fasilitasnya,” pesannya.
Ia menegaskan tujuan akhir SNT adalah mencetak generasi Bone Bolango yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kita ingin mencetak anak-anak Bone Bolango yang unggul, anak-anak yang cerdas, dan anak-anak yang siap menghadapi tantangan di masa depan,” pungkasnya. (adv)
