60DTK.COM – Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo Wardoyo Pongoliu mengungkapkan percepatan distribusi BBM di Gorontalo merupakan tindak lanjut dari perintah Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Hal itu dilakukan setelah Gubernur menerima keluhan masyarakat terkait panjangnya antrean di sejumlah SPBU.
“Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang memerintahkan percepatan jadwal pengiriman BBM dan itu mulai membuahkan hasil, dengan pelayanan SPBU yang lebih awal dan pengawasan distribusi yang semakin diperketat,” jelas Wardoyo, Rabu (14/10/2026).
Wardoyo menjelaskan sebelumnya pengiriman BBM ke SPBU dimulai sekitar pukul 05.00 WITA, sehingga kedatangan dan pembongkaran BBM bersamaan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan kepadatan lalu lintas.
“Gubernur Gusnar Ismail memerintahkan agar distribusi BBM dimulai pukul 01.00 WITA, sehingga pembongkaran dapat dilakukan lebih awal dan SPBU diharapkan siap melayani masyarakat mulai pukul 05.00 WITA,” kata Wardoyo.
Ia menyampaikan antrean memang masih ditemukan di beberapa lokasi, namun kondisi mulai membaik. Pertamina juga memastikan stok BBM tersedia dan pasokan terus dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Selain mempercepat distribusi, Gubernur juga mendorong penguatan pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. Pemeriksaan penggunaan QR Code diterapkan sesuai ketentuan, sementara dugaan pengisian berulang menggunakan sepeda motor bertangki modifikasi menjadi perhatian untuk ditertibkan,” tambahnya.
Terkait batas pengisian maksimal tujuh liter per hari serta pemeriksaan dokumen kendaraan, Wardoyo menyebut hal itu perlu dilaksanakan sesuai aturan dan kewenangan yang berlaku.
Di sisi lain, realisasi kuota BBM bersubsidi yang mendekati 80 persen menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo. Untuk mengantisipasi kebutuhan hingga akhir 2026, Gubernur Gusnar Ismail akan mengusulkan tambahan kuota kepada BPH Migas agar pasokan tetap terjaga dan pelayanan BBM berjalan tertib dan lancar.

Komentar