Wali Kota Blitar Tekankan Pentingnya Penguatan dan Modernisasi Koperasi

60DTK, Blitar – Wali Kota Blitar, Santoso, menghadiri tasyakuran Hari Koperasi Nasional ke-73, Senin (13/07/2020).

Dalam sambutan, dia menekankan, betapa pentingnya penguatan dan modernisasi koperasi, terutama di masa pandemi Covid-19. Kemudian, kata Santoso, pelaku usaha koperasi harus mengerti bagaimana memacu semangat dan kepercayaan kepada seluruh insan perkoperasian agar bisa bangkit karena pandemi Covid-19.

Baca Juga: Posyandu Kembali Aktif, Santoso: Kader Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan

Selain itu, tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk saja. Akan tetapi juga menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis.

“Maka dari itu, Koperasi harus mampu menjawab segala tantangan yang ada. Karena, peran Koperasi untuk berkontribusi bagi masyarakat dalam hal pelayanan keuangan untuk modal sebuah usaha maupun kebutuhan kehidupan sehari-hari menjadi cukup terganggu pada masa pandemi Covid-19 ini,” tegas Santoso usai menghadiri tasyakuran Hari Koperasi ke 73 di Balaikota Koesoema Wicitra.

Tasyakuran
Suasana Tasyakuran HUT ke 73 Koperasi, yang Diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kota Blitar. (Foto: Achmad 60DTK)

 

Lanjut Santoso, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan juga salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Padahal sektor tersebut merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja. UMKM dan Koperasi sangat berkaitan. Dimana Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional.

“Ada beberapa modal usaha yang memang sudah digulirkan. Tapi selama masa Covid-19 ini, hampir mayoritas UMKM mengalami kendala dan perputaran modal tidak lancar. Oleh karena itu, diharapkan ada kreativitas baru dari perkoperasian kota Blitar, tegasnya.

Baca Juga: Begini Cara Kota Blitar Syukuri Hasil Panen

Santoso juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, memahami bahwa mulai bulan Maret sampai sekarang ini, insan perkoperasian memang tidak bisa menjalankan aktivitasnya, dikarenakan modal terbatas dan daya beli masyarakat rendah.

“Untuk itu Pemkot berencana melakukan pemberian modal kepada insan perkoperasian dan pelaku-pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk menunjang kecepatan kebangkitan mereka melakukan aktivitasnya,” pungkasnya. (adv/hms)

 

 

Pewarta: Achmad Zunaidi