Wow! Tak Kehabisan Akal, Mahasiswa FT-UNG Gelar Tumbilotohe Secara Virtual

60DTK, Gorontalo – Di tengah kungkungan pandemi Covid-19, mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), tak kehilangan akal untuk membuat perayaan tumbilotohe tahun ini tetap menarik dan berkesan.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya, mereka selalu menjadi konseptor dari perayaan tumbilotohe yang megah di halaman Rektorat UNG, tahun ini, mereka menggelar tradisi ‘malam pasang lampu’ ini dengan menggelar penayangan video lumion animation, melalui kanal youtube SEMA FT-UNG, Kamis (21/05/2020).

Baca juga: Festival Tumbilotohe Di Kabgor Ditiadakan

Tumbilotohe virtual ala mahasiswa Fakultas Teknik UNG, yang ditayangkan melalui kanal youtube SEMA FT UNG, Kamis (21/05/2020). (Foto – Istimewa)

Dengan kreatifitas para panitia yang merupakan angkatan 2019 FT UNG, video tersebut mampu membuat setiap orang yang menyaksikannya bisa turut merasakan euforia berada di tengah-tengah lampu-lampu tumbilotohe, meski secara virtual. Bahkan, tata letak alikusu (pintu gerbang) dan obor-obor pun diperlihatkan sedetail mungkin.

Ketua Umum Senat Mahasiswa FT UNG, Muhamad Zalzaali Akbar menuturkan, penayangan video lumion animation dan maket ini adalah alternatif konsep kegiatan tumbilotohe yang mereka buat, agar meski di tengah pandemi, tradisi yang setiap tahunnya selalu dipertahankan itu tidak akan hilang.

Baca juga: Satu Anggota Gugus Tugas Kabupaten Gorontalo Positif Covid-19

Tumbilotohe virtual ala mahasiswa Fakultas Teknik UNG, yang ditayangkan melalui kanal youtube SEMA FT UNG, Kamis (21/05/2020). (Foto – Istimewa)

“Karena pandemi, maka kegiatan ini dialihkan dalam bentuk video lumion animation dan dalam bentuk maket, yang merupakan skenario konsep tata letak dan desain tumbilotohe tahun 2020, yang rencananya akan direalisasikan di Kampus 4 UNG,”  ujar Zalzaali.

Ia mengungkapkan, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk tetap melestarikan tradisi keagamaan masyarakat Gorontalo saat menyambut Idulfitri, tanpa melupakan kearifan lokal.

Baca juga: Sepakat, Rusli Putuskan Tiadakan Salat Id Di Lapangan Dan Masjid

Tim pembuat maket. (Foto – Istimewa)

“Bagi kami, yang terutama adalah tumbilotohe harus terus diregenerasikan. Proses yang berani dilalui, kesiapan yang telah diperjuangkan, dan kekompakan yang telah dibuktikan, tidak melaksanakannya dalam kondisi ini adalah bentuk loyalitas dan profesionalitas kita sebagai kaum intelektual yang punya integritas,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNG, Sardi Salim pun mengungkapkan apresiasinya terhadap gerakan tersebut. Menurutnya, video lumion ini merupakan bentuk kreatifitas anak teknik, dalam mendukung penyebarluasan informasi tentang tradisi yang ada di Gorontalo.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Nelson Batalkan Rencana Salat Idul Fitri Di Lapangan

“Semoga dengan dibuatnya video lumion ini, tradisi tumbilotohe Gorontalo akan semakin dikenal di seluruh Indonesia, bahkan hingga manca negara, dan menjadikan kepariwisataan Gorontalo semakin berkembang. Ke depan, bentuk-bentuk kreasi anak teknik akan terus ditingkatkan untuk bisa berperan dalam kegiatan kreatifitas di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Sardi.

Diketahui, kegiatan bertajuk Festival Malam Seribu Dinar Tumbilotohe FT-UNG Tahun 2019 ini, mengusung tema: Menyemarakkan Malam Penuh Cahaya, Tanpa Melupakan Kearifan Lokal. (rds)

Comments are closed.