16 Tahun Berlalu, Adhan Dambea Terima Surat Tagihan Kerugian Negara Dari Inspektorat

60DTK-Gorontalo: 16 tahun berlalu, mantan Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, mengakui dirinya baru saja menerima surat tagihan kerugian negara/daerah dari Inspektorat Kota Gorontalo, Jumat (10/01/2020).

“Selama 16 tahun ini belum pernah menerima surat atau pemberitahuan apapun. Dan surat ini baru saya terima hari Jumat kemarin, jadi saya tidak mengada – ada. Ini buktinya,” ujar Adhan sambil menunjukkan surat dari inspektorat tersebut.

Baca juga: Saat Walikota, Adhan Dambea Pernah Membangun Infrastruktur Seperti Skema KPBU

Dalam surat tagihan tersebut ada empat poin yang disampaikan, salah satunya terkait Adhan Dambea yang belum menandatangani Surat Pernyataan Pengakuan Hutang (SPPH), dan akan diberikan waktu selama satu minggu untuk menyetorkan Tuntutan Pihak ke – 3 (TP3) tersebut.

Adhan pun menuturkan bahwa konsep surat yang Ia terima ini sudah jelas berdasarkan pada pemantauan kerugian dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal, serta Inspektorat Kota.

Baca juga: Adhan Dambea Menyayangkan Ada Aleg Deprov Yang Sering Meninggalkan Rapat

“Kalau saya lihat konsep surat yang baru saya terima kemarin ini, jelas bahwa ini berdasarkan pada pemantauan kerugian oleh BPKP, Inspektorat Jenderal, dan Inspektorat Kota,” ujar pria yang juga mantan Ketua DPRD itu saat konferensi pers yang digelar di Yayasan AD Center, Sabtu (11/01/2020).

Ia pun menegaskan, karena surat tagihan tersebut Ia terima berdasarkan mekanisme, maka Ia siap untuk membayar kerugian yang dimaksud. Meski begitu, Ia belum membeberkan mengenai berapa jumlah yang harus dibayar, meski Ia sendiri mengaku bahwa jumlahnya sangat berbeda jauh, bahkan lebih sedikit dari yang dilaporkan.

Baca juga: Adhan Dambea : Bupati Dan Walikota Tidak Pernah Bicara Soal Miras

“Yang pasti jumlahnya sangat berbeda jauh dengan apa yang dilaporkan oleh LSM Sorga. Jauh sekali jumlahnya,” tukasnya.

 

Pewarta: Usman Dai

Comments are closed.