2 Pasien Covid-19 Turun di Pelabuhan Kwandang, Deprov Gorontalo Tinjau Aktivitas Pelabuhan

  • Whatsapp
Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo saat melakukan peninjauan di Pelabuhan Kwandang Gorut, Rabu (22/04/2020). (Foto - Nando)

60DTK-Gorontalo: Menindaklanjuti informasi pasien 05 dan 06 Covid-19 yang turun dari salah satu kapal yang berlabuh di Pelabuhan Kwandang Gorut, DPRD Provinsi Gorontalo segera bergerak cepat melakukan peninjauan di pelabuhan tersebut, Rabu (22/04/2020).

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail mengungkapkan, setelah melakukan peninjauan dan mendengarkan apa yang disampaikan pihak pelabuhan, diketahui, Pelabuhan Kwandang memang sudah tidak beroperasi sejak tanggal 3 April 2020.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Baca juga: Deprov Gorontalo Harap Pemda Kabupaten/Kota Bantu Adakan Reagen Kit Uji Covid-19

“Sesuai penanganan Covid-19, yang meninggal itu katanya memang turun dari situ kan, makanya kita (DPRD) lihat apakah masih ada aktivitas atau tidak. Ternyata Pelabuhan Kwandang sudah tidak beroperasi sejak tanggal 3 April terakhir mereka turun itu,” ungkap Erwin kepada awak media, saat dihubungi via telepon, Kamis (23/04/2020).

Erwin menambahkan, pihaknya juga mengecek jumlah penumpang yang turun dari kapal yang berlabuh pada tanggal 3 April itu.

Baca juga: Deprov Gorontalo Berharap Pemprov Lebih Perhatian Kepada Petugas Di Perbatasan

Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail. (Foto – Istimewa)

“Kemudian kita itu melakukan pengecekan data – data penumpang yang turun ke Gorontalo, dan ternyata hanya 81 orang. 30 orang lainnya itu orang Buol, yang ke Kota Gorontalo 18 orang,” tambahnya.

Tak lupa, Erwin pun berpesan agar penumpang yang turun bersama dengan pasien Covid-19 saat itu bisa tetap dimonitoring, agar virus ini tidak tersebar ke masyarakat lainnya.

Baca juga: Deprov Gorontalo Siap Tindak Lanjuti Pengajuan Pemprov Terkait Anggaran Penanganan Covid-19

“Penumpang yang balik itu kan sudah di masyarakat lagi, sudah tidak bisa terdeteksi. Saya berharap mudah – mudahan mereka tidak positif, karena pasien itu kan positif, jadi ada kecurigaan suspect orang tanpa gejala, jadi kegiatan monitoring itu aja,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Pos terkait