3 Pilar Trenggalek Gelar Simulasi Pemulasaraan Jenazah Covid-19

60DTK-Trenggalek: TNI, Polri, dan tenaga kesehatan Kabupaten Trenggalek, bersinergi menggelar pelatihan dan simulasi pemulasaraan jenazah positif Covid-19, sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, di halaman Mapolres Trenggalek, Sabtu (18/04/2020).

“Jadi ini, yang pertama sinergitas tiga pilar khususnya TNI/Polri karena tim kesehatan SOP nya adalah memulasarakan di rumah sakit hingga kemudian dibawa ke mobil jenazah,” tutur Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Siagakan Dapur Umum Di Tiap Kecamatan Selama Pandemi Covid-19

Selanjutnya, dari mobil jenazah ke lokasi pemakaman akan disambung oleh tim sukarelawan dari TNI dan Polri, di mana semuanya menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Dalam simulasi ini, diajarkan bagaimana tata cara pemakaian APD yang benar, kemudian juga melepas yang benar, sekaligus bagaimana prosedur untuk menurunkan peti jenazah Covid-19. Sesuai SOP keamanan dan protokol kesehatan Covid-19, jenazah terinfeksi akan dibungkus dengan menggunakan plastik beberapa lapis.

Baca juga: Pemkab Trenggalek Siapkan Insentif Untuk Masyarakat Yang Menunda Mudik

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat memberikan sambutan sebelum simulasi pemulasaraan jenazah terpapar covid-19, di halaman Mapolres Trenggalek, Sabtu (18/04/2020) (Foto – Hardi Rangga 60dtk)

“Ini juga informasi bagi masyarakat bahwa kita di rumah sakit sudah memastikan bahwa tidak ada kebocoran, harapannya masyarakat bisa teredukasi bawa kita tadi ada 4 lapis sampai ke kantong mayat, dan itu semua dilapisi plastik berkali – kali di-wrapping, sehingga kita pastikan bahwa semuanya sesuai SOP,” lanjut Nur Arifin.

Ia mengungkapkan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kalau ada jenazah yang harus dimakamkan menggunakan protokol pemakaman Covid-19.

Baca juga: Bantuan Langsung Tunai Untuk Warga Trenggalek Akan Segera Dikucurkan

Diketahui, untuk pemakaman jenazah positif Covid-19, Pemkab Trenggalek juga sudah menyediakan petak – petak lahan khusus.

“Hal ini ditempuh sebagai langkah antisipasi dan mitigasi. Kita berharap tidak ada, ini bisa dengan aman dimakamkan di tempat yang sudah disediakan,” tandas Nur Arifin. (adv)

 

Pewarta: Hardi Rangga