Pemkab Trenggalek Siagakan Dapur Umum di Tiap Kecamatan Selama Pandemi Covid-19

  • Whatsapp
Forkopimda Trenggalek, saat berbelanja kebutuhan dapur umum di Pasar Basah Trenggalek, Sabtu (18/04/2020). (Foto - Hardi Rangga 60dtk)

60DTK-Trenggalek: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek menyiagakan dapur umum di setiap kecamatan, sebagai langkah antisipasi dampak sosial ekonomi akibat wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Maka, untuk mendukung ketersediaan logistik di dapur umum tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Trenggalek, kompak berbelanja kebutuhan di Pasar Basah Trenggalek, Sabtu (18/04/2020).

Bacaan Lainnya

Baca juga: Pemkab Trenggalek Siapkan Insentif Untuk Masyarakat Yang Menunda Mudik

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat dikonfirmasi menuturkan, selain memberikan jaring pengaman sosial, penyiagaan dapur umum ini juga ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung secara ekonomi, selama pandemi Covid-19 ini.

“Semua posko di setiap kecamatan kita siagakan, jadi dapur umum ini fungsinya untuk menangani dampak ekonomi. Pemerintah pusat sampai ke kabupaten memang sudah punya yang namanya social safety net, tapi kita tidak tahu orang bisa punya uang tetapi tidak bisa beraktivitas,” ujar Nur Arifin.

Baca juga: Sebagai Pengganti Baju Hazmat Tenaga Medis, Pemkab Trenggalek Sediakan Bilik APD

“Maka kita menyiagakan keamanan ketahanan pangannya, mulai dari hulu pasukan hasil dari panen yang berupa gabah, dan juga beras sampai di sektor hilirnya, kita siagakan semua dapur – dapur umum,” lanjutnya.

Ia mengungkapkan, hal ini dilakukan guna untuk mengantisipasi lonjakan dampak yang lebih besar akibat wabah Covid-19. Maka, dapur umum ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat selama physical distancing saat ini.

Lihat juga: Pemkab Trenggalek Jamin Ekonomi Masyarakat Yang Terdampak Corona

“Karena kita tidak tahu mengantisipasi. Jika lonjakannya tinggi, maka kita harus mengurangi pergerakan, maka dapur umum nanti yang akan menyuplai kebutuhan masyarakat. Sekarang kita siagakan yang ada di sekitar kawasan kota, karena di kota sudah mulai ada beberapa sektor yang dampaknya cukup parah, salah satunya pengemudi becak. Karena harus physical distancing, orang takut untuk naik becak dan sebagainya. Maka kita prioritaskan mereka untuk dapat dulu,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Hardi Rangga

Pos terkait