75 PMI, Ikut Pelatihan BMW Program Pak Camat Disnaker Kabupaten Blitar

  • Whatsapp
Pekerja
Pekerja Migran Indonesia Kabupaten Blitar Dilatih untuk Berorientasi Kewirausahaan, berlangsung di Hall Hotel Ilhami, Srengat. (Foto: Achmad 60DTK)

60DTK, Kabupaten Blitar – Adanya pandemi Covid-19 juga berdampak pada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengakibatkan penundaan keberangkatan untuk bekerja keluar negeri. Sehingga hal ini sangat berpengaruh dalam perekonomian keluarganya.

Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar mengadakan pelatihan kewirausahaan atau Business Motivation Workshop (BMW) bersama lembaga pelatihan Zestful Blitar untuk eks PMI dan TKI yang gagal berangkat, di Hall Hotel Ilzami Srengat, Senin (20/7/2020).

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Bersama Pendamping PKH Dan TKSK, Pemkab Blitar Evaluasi Data Penerima Bansos

Usai membuka pelatihan, Bupati Blitar Rijanto, kepada wartawan mengatakan, bahwa program Pelatihan Kewirausahaan Calon dan Mantan Pekerja Migran Indonesia (Pak Camat) yang dilaksanakan Disnaker Kabupaten Blitar ini adalah peserta hasil seleksi yang sudah dilakukan sebelumnya.

“Dan ini adalah kegiatan dari sebelumnya. Kemudian dari hasil pelatihan ini, nantinya akan diseleksi lagi untuk kita wisuda setelah terjaring 25 peserta dari sebelumnya 175 peserta,” ungkapnya.

Kabupaten Blitar merupakan kantong PMI yang berada di urutan kedua se-jawa Timur setelah Kabupaten Ponorogo. Sesuai data di SISKO-TKLN sampai bulan Januari sampai Maret 2020 sebelum pandemi, kata Rijanto, jumlah PMI di Kabupaten Blitar mencapai 684 orang dengan negara tujuan antara lain Brunei Darussalam, Hongkong Kuwait, Malaysia, Polandia Singapura dan Taiwan.

“Untuk itu, ini menjadi perhatian kita bersama. Ketika para PMI tidak lagi merantau. Agar ekonomi keluarga tetap terjaga dan tetap produktif, maka, para mantan PMI ini kita beri kesempatan berlatih kewirausahaan. Bagi yang mantan akan bekerja di rumah karena sudah trampil, dan bagi yang akan berangkat sudah mahir jika bekerja keluar negeri,” tandas Bupati.

Baca Juga: Dishub Kabupaten Blitar Ubah Layanan Manual Ke Elektronik

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Blitar Harris Susanto menambahkan, program ini dimulai pada bulan Juli sampai bulan November 2020. Dimana program ini dimaksudkan untuk mendidik para peserta mendampingi para calon dan mantan PMI untuk menjadi kewirausahawan baru di kabupaten Blitar.

“Sesuai dengan visi kegiatan Pak Camat PMI, diharapkan terwujudnya calon dan mantan pekerja migran Indonesia yang bermartabat dan berdaya saing dan berorientasi¬† kewirausahaan,” jelas Haris.

Lebih lanjut, Haris mengatakan, keberadaan PMI sangat membantu memperkuat ekonomi Indonesia termasuk di kabupaten Blitar. Kontribusinya, para PMI memberi masukan mata uang asing ke Indonesia yang pada akhirnya menjadi Sumber devisa negara.

“Sumbangsih para PMI tidak bisa dipandang sebelah mata. Untuk itu, negara tetap hadir untuk memberi dukungan dan dorongan melalui pelatihan-pelatihan seperti pada hari ini. PMI Kabupaten Blitar harus memiliki kompetensi dan skill yang terampil baik yang masih calon maupun mantan. Dengan begitu, PMI Kabupaten Blitar harus mempunyai rencana bisnis yang matang agar ekonomi tetap tertata,” pungkasnya. (adv/kmf)

 

 

Pewarta: Achmad Zunaidi

Pos terkait