Bertani di Kemiringan Ambang Batas, DPRD Provinsi Gorontalo Sarankan Buat Terasering

  • Whatsapp
Bertani Pada Kemiringan Ambang Batas, DPRD Provinsi Gorontalo Sarankan Buat Terasering
Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, saat Melaksanakan Monitoring Lapangan Terkait Aktivitas Pertanian, di Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara, Bone Bolango, Jumat (21/5/2021). Foto: Istimewa

60DTK, Bone Bolango – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, melaksanakan monitoring di Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara, Bone  Bolango. Guna melihat kondisi aktivitas pertanian di lahan di kemiringan ambang batas wajar.

“Hari ini kita komisi II didampingi ketua DPRD,  dalam rangka melihat aktivitas pertanian yang di lahan-lahan kemiringan yang melebih ambang batas wajar atau bertani di lahan ekstrim,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Warsito Sumawiyono saat diwawancara, Jumat (21/5/2021).

Bacaan Lainnya
Bertani Pada Kemiringan Ambang Batas, DPRD Provinsi Gorontalo Sarankan Buat Terasering
Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, saat Melaksanakan Monitoring Lapangan Terkait Aktivitas Pertanian, di Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara, Bone Bolango, Jumat (21/5/2021). Foto: Istimewa

Dari hasil pemantauan, kata dia banyak petani membahayakan dirinya untuk bercocok tanam pada lereng dengan kemiringan yang tidak direkomendasikan oleh pihak pemerintah.

Lebih lanjut, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak dewan menyarankan agar mereka yang hanya dapat bertani pada lahan tersebut. Alangkah baiknya untuk dibuatkan Terasering. Dengan tujuan untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan memperbesar peresapan air.

Baca Juga: DPRD Gencar Sosialisasikan Perda Covid-19 di Desa dan Kelurahan

“Kami juga berharap agar pemerintah dapat memberikan arahan kepada masyarakat terkait terasering tersebut,” jelasnya.

“Kita harus tahu, bahwa bertani di lahan miring itu sangat berbahaya. Apalagi dilihat dari sisi kelestarian alam dan lingkungan, erosi, sehingga ini akan memberikan dampak,” sambungnya.

Dengan adanya Terasering ini memudahkan Budi daya secara fisik, kemudian juga akan menjadi proses pertanian lebih aman.

“Rasio air ketika ada curah hujan akan berkurang di saat sudah ada terasering,” imbuhnya. (adv)

Pos terkait