60DTK.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melaksanakan sosialisasi Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) di Ballroom Hotel Yulia, Selasa (1/9/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli Nusi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Syahbuddin Buata menegaskan, RPB penting untuk pengurangan risiko bencana.
Syahbuddin menyebut karakteristik wilayah Provinsi Gorontalo rawan terhadap berbagai jenis bencana. Hal itu menuntut keterlibatan dan komitmen bersama dari seluruh pihak.
“Sinergi lintas sektor sangat penting. Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, menghimpun masukan, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam menyusun RPB yang komprehensif, terukur dan aplikatif,” jelasnya.
Syahbuddin menjelaskan penyusunan RPB tidak hanya menjadi tugas BPBD. Namun butuh keterlibatan organisasi perangkat daerah atau OPD, instansi vertikal, pemerintah kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai tata cara dan tahapan penyusunan RPB, sekaligus membangun koordinasi serta komitmen bersama dalam pemenuhan data dan integrasi program penanggulangan bencana,” jelasnya.
Ia menambahkan BPBD menaruh harapan besar kepada pemangku kepentingan agar memiliki pemahaman dan komitmen yang sama.
“RPB tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi acuan bersama dalam menentukan langkah pencegahan, kesiapsiagaan, mitigasi hingga penanganan bencana di Provinsi Gorontalo,” tutupnya.
Kegiatan ini diikuti 50 peserta dari berbagai unsur lintas sektor. Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo turut memberikan materi tentang kebijakan legislatif serta dukungan penganggaran daerah dalam penanggulangan bencana. (adv)
