Bupati Trenggalek: Keluhuran Budaya Ngetung Batih Terus Dijaga

60DTK, Trenggalek – Budaya tidak hanya terbatas pada kesenian. Tetapi kesenian merupakan perwujudan dari keluhuran budaya. Kebudayaan sendiri berakar dari adab, jika adabnya bagus, maka ke depan peradaban pasti akan baik.

Hal ini diucapkan oleh Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat Ia menghadiri upacara adat ngetung batih di Kecamatan Dongko, Kamis (20/08/2020).

Baca juga: Tahun Politik, Pemda Trenggalek Ingatkan Perbedaan Pilihan Jangan Menimbulkan Perpecahan

Ngetung batih ini adalah sebagian kecil dari keluhuran budaya nenek moyang kita. Kita harus ingat bahwa ngetung batih ini memiliki rangkaian, kalau tidak salah ada adat budaya mason, bersih desa di sumber air, kemudian ada baritan,” tuturnya.

“Kalau sudah dibersihkan, setelah itu panennya bagus, syukuran, baritan, setelah panen disedekahkan, mencari saudaranya ngetung batih,” lanjut Nur Arifin.

Baca juga: Bupati Trenggalek Tegaskan Masyarakat Indonesia Harus Menang Lawan Covid-19

Terlepas dari itu, dalam kesempata tersebut Ia juga mengaku mendukung rencana Pemerintah Kecamatan Dongko yang ingin mendirikan sekolah budaya. Menurutnya, ke depan diharapkan akan ada tiga pusat perkembangan ekonomi, di antaranya, di utara ada pusat Kota Trenggalek, di sisi selatan ada Watulimo dan Panggul, kemudian di tengah ada jantung kebudayaan, yaitu Dongko.

“Karena di Trenggalek itu banyak keunikan. Di sisi utara ikut pengaruh budaya Solo, di selatan sebagian ikut pengaruh budaya Jogja, kemudian sisi timur ikut pengaruh budaya Majapahit, jadi sangat menarik. Artinya jadi orang Trenggalek itu hatinya harus lapang, terkena pengaruh banyak budaya tetap saling menerima, maka harus dilapangkan juga rasa toleransinya dan sebagainya,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Hardi Rangga