Diduga ditinggal Kawin, Pria di Gorontalo Gantung Diri

0

60DTK – Gorontalo : Bau busuk begitu menyengat dari rumah bercat putih itu. Lalat lalat besar juga terlihat keluar masuk melalui ventilasi udara kamar bagian belakang. Didalam rumah yang terletak di kelurahan Bulotadaa Timur Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo itu, Marten Akili alias Teni (45) sudah mengantung tak bernyawa.

Sekujur tubuhnya sudah menghitam dan membengkak. Menandakan pria yang sehari – hari berprofesi sebagai pengemudi bentor itu, sudah lama meninggal meninggal dunia. Saat ditemukan warga, jasad Teni masih menggantung dengan posisi kaki menyentuh lantai.

Korban pertama kali ditemukan oleh Judin Looyo, sekitar pukul 07.00 Wita Kamis, (13/9/2018). Judin yang sehari – hari membantu korban untuk memberikan makanan kambing seperti biasanya mengecek dahulu makanan kambing korban yg kandangnya terletak di belakang rumah korban.

Biasanya korban pagi hari sudah bangun pagi bersama sama Judin mencari dan mengecek makanan kambing. Tetapi sudah beberapa hari terakhir ini korban tidak kelihatan hanya bentornya saja yang terparkir di belakang rumah dekat kandang kambing.

Saksi yang melihat makanan kambing sudah kering berinisiatip untuk menggantinya dengan yang baru. Ia-pun kemudian memutar dari arah sebelah kiri rumah korban dan sempat mencium aroma bau busuk dan melihat banyak lalat besar yang keluar masuk ventilasi udara kamar bagian belakang.

Judin kemudian memberitahukan bau busuk dan lalat tersebut kepada tetangga sekitar. Mereka kemudian melakukan pengecekan kondisi dalam rumah dengan mengintip dari kaca jendela depan. Saat itulah mereka melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di ruang tamu. Korban tinggal di rumah tersebut sendirian. Sementara orang tua korban sudah meninggal.

Penyebab korban gantung diri belum dapat dipastikan. Hanya saja menurut keterangan keluarga korban Muhlis Hasiru, dua bulan lalu korban sempat mengatakan kepada keluarganya ingin menikah. Tetapi karna perempuan yang ingin dinikahi korban masih sepupunya sehingga pihak keluarga tidak menyetujuinya. Sekitar sebulan yang lalu perempuan yang disukai korban tersebut sudah melangsungkan pernikahan dengan teman sekantornya.

Saat ini jasad korban sudah di bawa ke rumah sakit Aloai Saboe untuk di lakukan visum luar. Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi.(rds)

QR Code

Tinggalkan Balasan