GORR Kembali Disorot, Charlie: Itu Lelucon Tahun Baru

60DTK-Gorontalo: Wakil Ketua Studi Pancasila dan Konstitusi (SPASI), Charlie Pangemanan, angkat bicara soal pernyataan salah satu aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengaitkan proses pelantikan pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan kasus hukum Gorontalo Outter Ring Road (GORR). Menurut Charlie, pernyataan tersebut hanyalah sebuah lelucon di tahun baru.

Pria yang masih berstatus mahasiswa tersebut menuturkan, jika mau menyoroti kasus hukum dan pengaruhnya terhadap jalannya roda pemerintahan, harusnya kasus – kasus dugaan korupsi lainnya juga diungkapkan. Apalagi ada pernyataan dari seorang aktivis anti korupsi yang mengatakan bahwa citra pemerintah akan rusak dan kurang berwibawa, hal ini justru menjadi bahan tertawaan Charlie bersama teman – temannya.

Baca juga: Pernyataan Ketua HmI Gorontalo Soal Kasus GORR Dinilai Tak Berbobot

“Itu lelucon tahun baru 2020. Menggelitik dan jadi bahan tertawaan saya dengan teman – teman mahasiswa. Seharusnya jika mengaku aktivis anti korupsi, mereka berani dan lantang menyebutkan satu per satu kasus dugaan korupsi, misalkan kasus korupsi di Bone Bolango yang tersangkanya masih berkeliaran bebas, di Kota Gorontalo juga diduga melibatkan pejabat daerah, dan beberapa kasus lainnya yang meresahkan publik. Semua kasus ini yang dibahas dan dikaitkan dengan daerah yang bersangkutan terutama soal efektivitas kinerja pemerintahan, bukan hanya satu kasus yang dikait – kaitkan. Lucu sekali mereka itu,” ujarnya.

Bahkan, aktivis yang aktif mengikuti perkembangan dan dinamika di daerah tersebut juga mengaku terkejut ada yang mengaku aktivis anti korupsi yang hanya menyoroti GORR secara terus menerus kemudian memberikan statement tentang GORR.

Baca juga: BPKP : Kasus GORR, Bukti Kerugian Negara Belum Lengkap

“Sangat ironis buat statement anti korupsi tanpa hasil analisa hukum tapi prasangka, asumsi, dan khayalan. Sudahlah mengatasnamakan aktivis anti korupsi. Saya sarankan jadi aktivis GORR saja, kalau mengaku aktivis anti korupsi, ya semua kasus korupsi didesak dan didiskusikan. Jangan dipilih – pilih. Cobalah diskusi soal korupsi Bansos yang diduga melibatkan Bupati Bone Bolango. Bicaralah di media bahwa citra pemerintah akan rusak, tidak berwibawa karena pejabat sudah kembali menyandang status tersangka,” tegas Charlie.

“Kalau saya mengaku aktivis anti korupsi dan memilah – milah kasus tertentu untuk didesak, lebih baik saya bekerja menjadi petani atau beternak ayam yang jauh lebih mulia daripada menjual idealisme sebagai aktivis anti korupsi,” tukasnya sambil tertawa.

Comments are closed.